04 Agustus 2017

Siantarman Diantara 128 Km Medan, 50 Km Danau Toba


SolupL - Sekelompok anak-anak muda akan menggelar festival seni di Kota Pematangsiantar, Siantarman Arts Festival (SAF). Kegiatan itu mengambil tema ‘128 Km Medan, 50 KM Danau Toba’, akan diselenggarakan Agustus mendatang di Kampus Universitas Nommensen.

Acara Pra Even SAF di Cafe Braga.
Berbagai komunitas bergabung melaksanakan Siantarman Arts Festival (SAF) untuk memberikan ruang bagi kawula muda Siantar mengekspresikan kemampuan di bidang seni dan budaya.

Ketua Panitia Siantarman Arts Festival Andi Damanik mengatakan, sejak dahulu Kota Siantar terkenal sebagai gudang generasi bertalenta di bidang seni baik vokal maupun permainan alat musik tradisional dan modern. Acara yang akan digelar 4-5 Agustus tersebut khusus untuk pelajar menguji kemampuan di bidang seni foto, vokal solo, peragaan busana, menggambar dan mewarnai.

“Sebelum puncak acara, dilaksanakan kegiatan pra event sebagai media promosi ke seluruh masyarakat. Minggu lalu dilaksanakan di DL Cafe dan semalam Rabu (19/7) di Braga Café,” kata Adi Damanik.

Dijelaskan Adi, dalam acara yang dihadiri ratusan masyarakat Siantar tersebut, hadir dan berpartisipasi Identitiy Band, Punxgoaran, Superheroes, Maju Jaya Band, Yuni Panjaitan, Rika dan Standup Comedy Siantar serta Siantar Sketcher.

Sementara Manajer Program Siantarman Arts Festival Tumpak Winmark Hutabarat menjelaskan, acara SAF ini didukung berbagai komunitas yang ada di Siantar, baik teater, musik, tari dan seni rupa.

“Acara ini juga bertujuan untuk mengisi ruang kreatif kawula muda yang minim di Siantar. Mendekatkan seni dan budaya serta pengetahuan kepada kawula muda dan masyarakat, lewat pagelaran dan lomba bertajuk seni dan budaya,”katanya.

Siantarman Arts Festival diharapkan menjadi ruang baru bagi seluruh komunitas untuk mengembangkan dan mementaskan bakat serta kapasitas. SAF juga diharapkan bisa menjadi acara rutin setiap tahun, seperti Oktober Festival di Jerman, Java Jazz Festival dan festival tahunan yang tenar lainnya.

Wilmark mengatakan, tema 128 Km Medan, 50 Km Danau Toba, melambangkan posisi strategis Siantar menyambut gemerlap pariwisata Danau Toba setelah ditangani Badan Otorita Danau Toba. Siantar harus bisa mempersiapkan dirinya dengan sejumlah pengembangan ruang seni budaya untuk bisa dilirik menjadi tujuan wisata.

Jika tidak, Siantar hanya akan menjadi perlintasan. Jadi lewat kegiatan ini, Siantar bisa berbenah diri, menambah ruang kreatif, sehingga orang akan datang untuk melihatnya. Potensi kota Siantar adalah wisata heritage.

“Kami undang partisipasi seluruh anak muda dan masyarakat agar hadir di acara puncak. Sebab, Siantar adalah kotaku, kotamu dan kota kita. Mari kita isi kota ini dengan ruang seni, budaya dan kreativitas,”pungkasnya. (SL/rel)
 
Bagikan:

0 komentar:

Posting Komentar