Tampilkan postingan dengan label Ilmu Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

18 Juli 2022

Lirik Lagu Karo Ciremndu Tangisku - Malem Krina Br Tarigan


Ciremndu Tangisku

Cipt: Malem Krina Br Tarigan
Voc: Malem Krina Br Tarigan

Erdakan ranting bencah lalit oratna gestungi gia
Nambah cimberna nambah gebukna nari nge ngenca
Arihndu lanai tersesa tuhu mberat mbegi mbegisa
La terpilasi mbages kupusuh kuakap nanamna

Erdakan ranting bencah lalit oratna gestungi gia
Nambah cimberna nambah gebukna nari nge ngenca
Arihndu lanai tersesa tuhu mberat mbegi mbegisa
La terpilasi mbages kupusuh kuakap nanamna

Ma Karo gejapndu min uga suina pusuhku
Natap-natap perbahanenndu kel jine
Serko tangis kel tendingku
Mesayang lasna api banci nge kutahanken
Lasna pusuh lanai terbabaku kepe
Pangen surut nde Tiganndu

Ciremndu e eme tangisku Karongku
Tawandu e eme iluhku
Ciremndu e eme tangisku Ma Karo
Tawandu e eme iluhku

#musik

Erdakan ranting bencah lalit oratna gestungi gia
Nambah cimberna nambah gebukna nari nge ngenca
Arihndu lanai tersesa tuhu mberat mbegi mbegisa
La terpilasi mbages kupusuh kuakap nanamna

Malem Krina Br Tarigan

Ma Karo gejapndu min uga suina pusuhku
Natap-natap perbahanenndu kel jine
Serko tangis kel tendingku
Mesayang lasna api banci nge kutahanken
Lasna pusuh lanai terbabaku kepe
Pangen surut nde Tiganndu

Ciremndu e eme tangisku Karongku
Tawandu e eme iluhku
Ciremndu e eme tangisku Ma Karo
Tawandu e eme iluhku

*****
Bagikan:

06 Juli 2021

Sistem Organisasi Kehidupan Mahluk Hidup


1. Atom
Atom merupakan partikel terkecil penyusun molekul yang berukuran mikro.

2. Molekul
Molekul merupakan partikel-partikel penyusun organisme yang dibangun oleh atom-atom. Pada umumnya, tubuh organisme mengandung molekul yang tersusun dari atom karbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), dan Nitrogen (N). Organisasi kehidupan pada tingkat molekul mempelajari berbagai makro molekul seperti karbohidrat, protein, lemak, dan asam.

Sistem Organisasi Mahluk Hidup

3. Sel
Sel adalah unit struktural dan fungsional terkecil dari makhuk hidup. Setiap tubuh makhluk hidup tersusun oleh sel. Ada makhluk hidup yang tersusun atas satu sel (uniseluler) dan ada pula makhluk hidup yang tersusun atas banyak sel (multiseluler).

4. Jaringan
Jaringan adalah kumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama pada makhluk hidup. Terdapat berbagai macam jaringan seperti jaringan pada hewan dan jaringan pada tumbuhan. 

5. Organ
Kumpulan berbagai jaringan yang melakukan fungsi tertentu disebut sebagai organ. Tubuh makhluk hidup tersusun dari berbagai macam organ misalnya:
- Organ jantung yang berfungsi memompa darah
- Organ otak yang berfungsi untuk memproses informasi
- Organ ginjal yang berfungsi untuk menyaring darah

6. Sistem Organ
Sistem organ adalah kumpulan organ-organ yang menjalankan fungsi dan tugas yang saling berkaitan. Contoh sistem organ manusia adalah sistem pencernaan yang terdiri atas: organ mulut, lidah, gigi, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus.

7. Individu
Organisme atau individu merupakan makhluk hidup tunggal contohnya seekor tupai, seekor semut, dsb.

8. Populasi
Populasi merupakan kumpulan individu daru satu spesies yang berinteraksi dan hidup di wilayah tertentu.

9. Komunitas
Komunitas merupakan kumpulan populasi dari berbagai spesies yang saling berinteraksi dan hidup di area tertentu dalam kurun waktu yang sama. contohnya berbagai jenis populasi ikan yang hidup di laut.

10.Ekosistem
Ekosistem adalah seluruh komunitas beserta lingkungan fisik atau abiotik yang saling berinteraksi. Di dalam ekosistem organisasi kehidupan sangat erat. Terdapat hubungan simbiosis dan rantai makanan. 

11. Bioma
Bioma adalah suatu daerah daratan yang luas dibumi bercirikan 1 jenis tumbuhan dominan di daerah tersebut. Contohnya bioma gurun, bioma taiga, hutan hujan tropis, dan bioma tundra.

12. Biosfer
Biosfer adalah keseluruhan bioma atau seluruh organisme di bumi beserta tempat hidup yang meliputi atmosfer, hidrosfer, dan litosfer. 

(Dikutip dari berbagai sumber) ***

Bagikan:

Organisasi Kehidupan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

 
Sel adalah unit terkecil dari makhluk hidup secara struktural dan fungsional. Sel memiliki 3 struktur utama yaitu, membran sel, sitoplasma, dan organel sel. Berdasarkan strukturnya, sel dibedakan menjadi sel prokariotik dan sel ekuariotik.

Ilustrasi Sel

Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

1. Sel Hewan

    a. Tidak memiliki sel yang berselulosa
    b. Tidak memiliki butir plastida
    c. Bentuk tidak tetap, karena membran sel elastis
    d. Memiliki sentrosoma
    e. Jumlah mitokondria relatif banyak
    f. Vakuola berjumlah banyak dan ukuran relatif kecil
  
2. Sel Tumbuhan
    a. Memiliki dinding yang berselulosa
    b. Memiliki butir plastida
    c. Bentuk tetap, karena dinding sel bersifat kaku
    d. Tidak memiliki sentrosoma
    e. Jumlah mitokondria relatif sedikit karena fungsinya dibantu plastida
    f. Vakuola sedikit tetapi ukurannya besar

Bagian-bagian Sel

1. Membran sel
Membran sel merupakan batas antara lingkungan luar dengan bagian dalam sel. Membran sel bersifat selektif permeabel, yaitu hanya dapat dilewati oleh zat tertentu, seperti glukosa, asam amino, gliserol, dan ion. Fungsi membran sel yaitu sebagai reseptor artinya melindungi isi sel agar tidak keluar dari sel, mengatur molekul dalam ke luar masuk sel. Proses terjadinya biokimiawi, contoh: Reaksi oksidasi dan respirasi.

2. Sitoplasma
Sitoplasma merupakan cairan di dalam sel, tempat dimana organel-organel sel berada. Komponen utam a penyusun sitoplasma adalah cairan seperti gel (sitosol). Substansi simpanan dalam sitoplasma organel-organel sel. Kerangka sel (sitokleton) yang tersusun dari tiga jenis serabut, yaitu mikrofilamen, mikrotubulus, dan filamen intermedia. 

Organel-organel Sel

1. Nukleus (Inti sel)
Nukleus berperan sebagai pengendali kegiatan sel. Fungsi nukleus, yaitu: membran nukleus (selaput inti), berfungsi memisahkan nukleoplasma dan sitoplasma. Nukleoplasma merupakan cairan inti yang bersifat transparan dan semisolid (kental) Nuklelolus (anak inti), tersusun atas fosfoprotein, orthosfat, DNA, dan enzim. 

2. Retikulum Endoplasma
Retikulum endoplasma berasal dari kata reticular yang artinya anyaman benang atau jala. Retikulum endoplasma dibedakan menjadi retikulum endoplasma kasar, permukaan diselubungi oleh ribosom dan retikulum endoplasma halus, permukaan tidak diselubungi oleh ribosom.
Fungsi retikulum endoplasma adalah untuk mensintesis lemak dan kolesterol, transportasi molekul dari bagian sel yang satu ke bagian sel yang lain. 

3. Ribosom
Ribosom disintesis di dalam nukleus yang berfungsi untuk sintesis protein.

4. Kompleks golgi
Kompleks golgi merupakan organel sekretori.

5. Lisosom
Fungsi lisosom, yaitu untuk melakukan pencernaan intrasel, autofogi, eksositosis, autolysis, dan menghancurkan senyawa karsinogenik. 

6. Badan mikro
Terdapat dua jenis badan mikro yaitu peroksisom dan glioksisom. Peroksisom terdapat pada sel hewan, fungi dan daun tanaman tingkat tinggi. Fungsi peroksisom yaitu membantu dalam penyerapan cahaya dan respirasi, melindungi sel dari H2O2, dan berperan dalam perubahan lemak menjadi karbohidrat. Glioksisom terdapat dalam sel tanaman. Fungsi glioksisom yaitu berperan dalam metabolisme asam lemak dan tempat terjadinya siklus glioksilat. 

7. Mitokondria
Fungsi mitokondria yaitu untuk oksidasi makanan, respirasi sel, dehidrogenasi fosforilasi oksidatif, dan sistem transfer elektron. 

8. Kloroplas
Fungsi kloroplas yaitu sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis. 

9. Sentriol
Sentriol berperan dalam proses pembelahan sel.

(Dikutip dari berbagai sumber)

Bagikan:

30 Juni 2021

Pengertian Angiospermae, Ciri-ciri dan Klasifikasinya

 
Angiospermae adalah kelompok dan jenis tumbuhan yang bijinya dilapisi oleh bakal buah atau sering disebut tumbuhan biji tertutup. Kelompok dari tumbuhan angiospermae sendiri diambil dari bahasa Yunani, yaitu Anggeion berarti penyangga, pelinding serta sperma bentuk jamak dari biji. Terdapat sekitar lebih dari 270.000 spesies yang dikenal hingga saat ini.

Padi dan Jagung, Contoh Angiospermae

Ciri-ciri Angiospermae

1. Berbentuk serabut/ tunggang. 
2. Bakal biji tertutup oleh daun buah
3. Tubuhnya terdiri dari bunga, daun, batang, dan juga akar
4. Bentuk tulang daun bervariasi, bisa lurus, menjari, atau juga menyirip
5. Daun buah berdaging tebal
6. Biji terlindung oleh bakal buah
7. Bentuk serta ukuran tubuh bermacam-macam
8. Daun umumnya lebar, tunggal atau juga mengemuk
9. Alat reproduksi disebut buah
10. Reproduksi secara generatif serta vegetatif
11. Bunga mempunyai kelopak, mahkota, benang sari, serta putik
12. Batangnya ada yang berkambium dan ada yang tidak berkambium
13. Habitat berupa pohon, herba, perdu, atau semak. 
14. Batang bercabang atau tidak bercabang

Klasifikasi Tumbuhan Angiospermae

Tumbuhan berbiji tertutup atau Angiospermae adalah kelompok tumbuhan yang masih satu divisi dengan Anthophyta. Sedangkan berdasarkan dari kelompok divisinya, jenis tumbuhan Angiospermae terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

1. Kelas tumbuhan dikotil
2. Kelas tumbuhan monokotil

1. DIKOTIL

Mempunyai 2 daun lembaga (dikotiledon). Pada batang umumnya bercabang pada tulang daunnya menjari atau menyirip. Mempunyai kambium sehingga pada akar dan batang tersusun dalam suatu lingkaran mempunyai suatu sistem akar tunggang. Bunganya mempunyai bagian-bagian dengan kelipatan 4 atau 5, yang bentuknya beraturan dengan bunga yang mencolok

Kelompok Dikotil

Tumbuhan dikotil terdiri dari beberapa suku atau keluarga, antara lain: 

- Rosacea, contohnya bunga mawar, apel, pir, arbei.
- Crusiferae, contohnya kubis, sawi, lobak
- Euphorbiacea, contohnya singkong, karet
- Malvaceae (suku kapas-kapasan)
- Solanaceae (suku terung-terungan)
- Euphorbiaceae (suku getah-getahan), contohnya ubi kayun karet
- Myrtaceae (suku jambu), contohnya jambu air, cengkeh, kayu putih
- Papillinacae (kacang-kacangan), contohnya kacang hijau, kacang tanah, kecipir, kacang panjang
- Asteraceae (suku komposite), contohnya bunga matahari
- Rutaceae (suku jeruk), contohnya jeruk manis, jeruk bali

2. MONOKOTIL

Ciri-ciri tumbuhan monokotil:

1. Mempunyai 1 daun tembaga
2. Pada batangnya tidak bercabang atau bercabang sedikit, ruas-ruas batang jelas
3. Pada daunnya biasanya pelepah dan berupa daun tunggal
4. Mempunyai tulang daun sejajar atau melengkung
5. Tidak berkambium, pada jaringan xilem dan floem pada akar dan batang tersusun tersebar
6 Mempunyai sistem akar serabut
7. Bunganya mempunyai bagian-bagian dengan jumlah yang berkelipatan 3, bentuknya tidak beraturan, warna tidak mencolok

Kelompok Monokotil:

1. Graminae (suku rumput-rumputan) contohnya: Padi, jagung, bambu, rumput, tebu, gandum, dsb
2. Palmae (suku pinang-pinangan) contohnya: kelapa, rotan, kelapa sawit, aren, salak, dsb
3. Bromeliaceae (suku nanas-nanasan) contohnya: Nanas, buah naga
4. Suku angrek-anggrekan contohnya semua jenis anggrek
5. Suku pisang-pisangan

Perbedaan Dikotil dan Monokotil

1. Monokotil: 
    - satu kotiledon
    - Tulang daun sejajar/ melengkung
    - Berkas pengangkut tersebar
    - Sistem akar serabut

2. Dikotil:
    - dua kotiledon
    - Tulang daun menyirip/menjari
    - Berkas pengangkut tersusun dalam satu lingkaran
    - Sistem akar tunggang.

(Disarikan dari berbagai sumber) ***

Bagikan:

Klasisifikasi Kingdom Amalia, Ciri-ciri dan Contohnya

 
Kingdom animalia merupakan hewan berbentuk organisme aukariotik, yaitu organisme dengan sel komplek yang multiseluler. Sangat berbeda dengan tumbuhan yang melakukan fontosintetis untuk membuat makanan sendiri.

Hewan akan mencari makanannya dan dicerna ke dalam tubuh membutuhkan oksigen dan karbondioksida sebagai zat sisa. Hewan memiliki banyak sel otot untuk pergerakan dan sel saraf untuk merespon sekitar sehingga hewan tidak memiliki dinding sel.

Kingdom Amalia

Ciri-ciri Kingdom Animalia:

- Makhluk hidup multiseluler (memiliki banyak sel)
- Bersifat heterotrof (tidak dapat membuat makanan sendiri)
- Memerlukan oksigen
- Memiliki sel otot untuk penggerak dan sel saraf untuk rangsangan 
- Reproduksi umumnya seksual, namun beberapa pillum juga menggunakan reproduksi aseksual
- Bentuk dewasanya selalu diploid

Kingdom amalia terdiri dari:

A. AVERTEBRATA

     1. Colentera (Hewan berongga)
         - tempat hidup di air
         - Tubuhnya berongga, mempunyai tentakel untuk menangkap makanan dan sebagai alat peraba
         - Mempunyai dua bentuk tubuh yaitu menempel pada tempat hidup
         - Edusa seperti payung melayang di air

     2. Porifera
         - Tempat hidup di air
         - Seluruh permukaan tubuh berpori-pori
         - Mempunyai rangka dari zat tanduk spons 

     3. Vermes
          Berdasarkan bentuk tubuhnya dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu:

          a. Platyhelmintes (cacing pipih)
              Tidak mempunyai anus, hanya memiliki satu lubang yaitu mulut untuk memasukan dan mengeluarkan makanan
              Cacing pipih dibagi menjadi tiga kelas yaitu:
              1. Turbellaris (cacing getar) contoh: Planaria
              2. Cestoda (cacing pita) contoh: cacing pita di sapi
              3. Trematoda (cacing hati)

          b. Nemanthelminthes (cacing giling)
              tubuhnya bulat panjang, memiliki mulut dan anus, berkembang biak dengan kawin
              Contoh:
              - Ascaris lumbricoides
              - Anylostoma duodenale
              - Oxyuris vermicularis

          c. Annelida
              Ciri-ciri:
              Tubuh beruas-ruas, tersusun seperti cincin, memiliki mulut dan anus, antara kulit badan dan dinding terdapat rongga badan contoh: Chaetopoda (cacing berambut) yaitu wawo dan palolo (enak dimakan)

          d. Arthropoda
              Ciri-ciri:
              - Tubuhnya dibedakan atas kepala, dada, dan perut
              - Mempunyai alat indra yang peka terhadap sentuhan panas, bau-bauan
              - Mata majemuk terdiri dari atas beribu mata kecil berbentuk segi enam disebut mata freset
              - Anthropoda meliputi empat kelas, yaitu:

                1. Crustacea (udang-udangan)
                     Ciri-cirinya:
                     - Tubuh terdiri atas kepala dan dada menyatu , dan perut
                     - Pada kepala terdapat 2 pasang anthena panjang dan pendek
                     - Mempunyai kaki 5 pasang. contoh: udang, kepiting, ketam

                 2. Insecta (serangga)
                     Ciri-cirinya:
                     - Tubuh terdiri atas kepala, dada dan perut
                     - Susunan saraf tangga tali yaitu terdiri atas simpul yang saling berhubung
                     - Mengalami metamorfosis sempurna yaitu telur-larva-kepompong dewasa, dan metamorfosis tidak sempurna yaitu telur-nimpa dewasa

                  3. Arachnodea (laba-laba)
                      Ciri-cirinya:
                      - Tubuhnya terdiri atas kepala, dada menyatu dan perut. Pada kepala terdapat 4 pasang kaki
                      - Alat pernafasan paru-paru buku yaitu berlapis-lapis
                      - Mempunyai sepasang mata besar dan beberapa mata kecil
                      Laba-laba dibagi menjadi 3 ordo yaitu:
                     1. Arachnida
                     2. Scorpionida
                     3. Acarina

                  4. Myriapoda
                      Ciri-cirinya:
                      - Tubuhnya terdiri atas kepala dan perut (abdomen) yang beruas-ruas
                      - Tiap ruas mempunyai satu pasang kaki dengan trakea contoh: kelabang, kaki seribu

                   5. Mollusca
                       Ciri-cirinya:
                       - Tubuh lunak, banyak mengandung lendir dan terbungkus oleh mantel, cangkang dari zat kapur
                       - Hewan ini dibedakan menjadi tiga kelas, yaitu:

                             1. Chepalopoda (cumi-cumi)
                             Ciri-cirinya:
                              - Hidup di laut, mempunyai tinta untuk melindungi diri bila ada musuh
                              - Pada mulut mempunyai 8 tentakel pendek untuk memegang mangsa dan 2 tentakel panjang untuk perkawinan

                             2. Polecypoda (kerang)
                             Ciri-cirinya:
                              - Tubuh dilapisi 2 cangkang yang dihubungkan dengan engsel sehingga dapat membuka dan menutup. Cangkang terdiri dari 3 lapisan luar
                              - Tengah dan dalam
                              - Mutiara atau nakreas

                              3. Gastropoda (siput)
                              Ciri-cirinya:
                              - Hidup didarat, bernafas dengan paru-paru, diair bernafas dengan insang
                              - Berjalan dengan menggunakan otot perut sambil mengeluarkan lendir dari dalam tubuh untuk mempermudah gerakan 

                      6. Echinodermata
                           Ciri-cirinya:
                            - Tubuh diselimuti duri
                            - Terdapat lempeng dari zat kapur, memiliki alat gerak kaki ambulakral yang merupakan tabung yang dilengkapi dengan alat penghisap dan digunakan untuk melekat di dasar air
                            - Echinodermata memiliki 5 kelas, yaitu:
                              a. Asternoida
                              b. Echinoidea
                              c. Crinoidea
                              d. Ophiuroidae
                              e. Holothuroidea
  
B. VETREBRATA

Hewan vetrebrata adalah kelompok hewan yang memiliki ruas tulang belakang. Ada 5 kelas dalam vetrebrata:

1. Kelas aves

Aves memiliki suhu badan tetap, tidak terpengaruh suhu lingkungan. Memiliki tubuh berbulu melindungi tubuh dan bulu yang membentuk sayap digunakan untuk terbang. Tulangnya berongga sehingga ringan.

Berkembang biak secara bertelur (ovipar) dan pembuahan di dalam tubuh. Telur aves bercangkang dan memiliki kuning telur yang besar. Bernafas dengan paru-paru dan memiliki pundi-pundi udara yang membantu pernafasan saat terbang. Contoh: Ayam, kasuari, pinguin, bebek, angsa.

2. Kelas amphibia

Amfibi adalah hewan yang dapat hidup di darat dan air. Namun tidak semua jenis Amfibi hidup di dua tempat kehidupan. Beberapa jenis katak, salamander, dan caecilian ada yang hanya hidup di air dan ada yang hanya di darat.

Hewan ini bernafas dengan insang dan paru-paru dan memiliki suhu badan poikiloterm, berkembang biak dengan bertelur (ovipar) dan pembuahan terjadi di luar tubuh (eksternal). Contoh: katak sawah, salamander, kodok.

3. Kelas pisces

Pieces atau ikan memliki tulang punggung belakang. Pisces dapat bernapas di dalam air berkat insang yang ada pada tubuhnya. Pisces adalah hewan poikiloterm (hewan berdarah dingin) yang dapat menyesuaikan suhu tubuhnya dengan suhu air tempat hidupnya.

Bagian luar tubuhnya dilindungi oleh eksoskeleton berupa sisik. Ikan bernafas menggunakan insang. Pisces berkembang biak dengan bertelur (ovipar). Berdasarkan jenis tulangnya ikan dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu :

- Chondrichthyes atau ikan tulang rawan, contoh : ikan pari, ikan hiu dan ikan cucut.
- Osteichthyes atau ikan tulang keras, contoh : ikan mas, ikan gurami, ikan tongkol.

4. Reptilia

Reptil adalah hewan vertebrata pertama yang dapat beradaptasi di daerah kering. Reptilia memiliki kulit bersisik yang terbuat dari zat tanduk (keratin) yang berfungsi mencegah kekeringan, anggota tubuh berjari lima, bernapas dengan paru-paru, jantung beruang tiga tau empat,  menggunakan energi lingkungan untuk mengatur suhu tubuhnya sehingga tergolong hewan poikiloterm, fertilisasi secara internal, menghasilkan telur sehingga tergolong ovipar dengan telur bercangkang.

Reptilia mencakup tiga ordo besar yaitu:

- Chelonia atau Testudines (reptilia bercangkang),
- Squamata atau Lepidosauria (reptilia dengan kulit bersisik)
- Crocodilia (bangsa buaya)
Contoh: Ular, buaya, kadal, kura-kura, cicak.

5. Mamalia

Mammalia adalah hewan berbulu atau berambut. Mammalia adalah hewan yang berkembang biak dengan melahirkan. Kecuali platypus bertelur. Mammalia disebut juga hewan menyusui karena menyusui anaknya.

Hewan ini memiliki suhu tubuh homoiterm (suhu tubuh tetap) dan bernafas dengan paru-paru. Mammalia memiliki otak yang lebih berkembang dibandingkan dengan hewan vertebrata yang lain. Contoh: sapi, kerbau, kambing.

(Disarikan dari berbagai sumber) ***                                        
 
Bagikan:

28 Juni 2021

Pengertian Kingdom Plantae, Ciri-ciri dan Jenisnya


Kingdom Plantae ialah organisme eukariotik multiseluler yang mempunyai klorofil dan dinding sel. Warna hijau pada flora berasal dari klorofil. Klorofil berfungsi untuk proses fotosintesis dan menghasilkan masakan sendiri (autotrof). Terdapat sekitar 400.000 spesies dalam kingdom plantae. 

Kingdom Plantae

Ciri-Ciri Kingdom Plantae

- Bersifat Autotrof (dapat menghasilkan masakan sendiri) dengan cara fotosintesis.
Eukariotik.
- Memiliki dinding sel yang terbuat dari selulosa.
- Bersifat multiseluler (mempunyai banyak sel).
- Memiliki klorofil yang berfungsi untuk fotosintesis.3
- Bisa menyimpan cadangan masakan dalam bentuk amilum (pati).
- Bereproduksi secara aseksual (tunas, cangkok, setek, dll) maupun seksual (benang sari dan putik).
- Hidup di perairan atau daratan.
- Bisa mengalami pergiliran keturunan dalam siklus hidupnya.

Plantae terdiri dari:

1. Bryophyta (tidak berpembuluh)/ lumut
2. Tumbuhan paku dan spermatophyta (berpembuluh pteridophyta)/ tumbuhan biji.

Tumbuhan paku dan spermatophyta (berpembuluh pteridophyta) dibagi menjadi:
1. Berspora pteridophyta (Paku-pakuan)
2. Berbiji spermatophyta (tumbuhan biji)

Tumbuhan berbiji dibagi menjadi:
1. Tumbuhan biji terbuka (Gymnospermae) contoh: pinus, pakis haji, melinjo
2. Tumbuhan biji tertutup (Angiospermae)

Tumbuhan biji tertutup dibagi menjadi dua:
1 Monokotil
2. Dikotil

(Disarikan dari berbagai sumber) ***

Bagikan:

Manfaat Lumut (Bryophyta), Ciri-ciri dan Kelasnya


Ciri-ciri lumut:

1. Tumbuh di tempat yang lembap
2. Memiliki akar, batang, dan daun tidak sejati
3. Memiliki rizoid (untuk menempel)
4. Mengalami dua pergiliran keturunan (metagenesis)

Lumut tumbuh di dinding

Kelas Tumbuhan Lumut

Lumut dibedakan menjadi tiga kelas, yaitu:
1. Lumut hati (Hepaticae) contoh: Marchantia dan Pellia
2. Lumut sejati (Musci) contoh: Funaria, Pogonatum, Polytrichum dan Sphanum
3. Lumut tanduk contoh: Anthoceros

Manfaat tumbuhan lumut bagi kehidupan manusia:

1. Tumbuhan lumut bersama dengan tumbuhan lumut kerak merupakan vegetasi perintis karena kedua tumbuhan tersebut dapat menghancurkan batu-batuan.

2. Tumbuhan lumut yang tumbuh di lantai hutan dapat menahan erosi, mengurangi banjir, dan mampu menyerap air sehingga dapat menyimpan air pada musim kemarau.

(Dikutip dari berbagai sumber) ***
Bagikan:

Ciri-ciri Jamur, Struktur, Cara Reproduksi dan Klasifikasinya


Ciri-ciri fungi (jamur):

1. Ekuarotik (memiliki inti sel)
2. Umumnya multiseluler, ada juga yang uniseluler
3. Reproduksi dengan pembentukan spora
4. Tubuh disusun oleh benang-benang halus yang disebut hifa, hifa bersatu membentuk miselium
5. Ada pula miselium yang berkembang membentuk buah
6. Habitat di tempat yang lembap
7. Tidak berklorofil
8. Hidup secara heterotrof (saprofit, parasits, simbiosis)
9. Habitat ditempat yang lembap

Contoh Kingdom Fungi

Bagian-bagian (struktur) jamur:

1. Sisik
2. Cawan
3. Batang
4. Cincin
5. Bilah
6. Kumpulan bilah
7. Tudung
8. Sisik

Reproduksi jamur

1. Reproduksi jamur uniseluler:
    1. Aseksual (membentuk tunas, membentuk spora)
    2. Seksual ( membentuk spora askus)

2. Reproduksi jamur multiseluler:
    1. Aseksual (pragmentasi, zoospora, konidra)
    2. Seksual (inti jantan dan inti betina bertemu akhirnya membentuk spora askus atau spora basidium)

Klasifikasi fungi

Jamur diklasifikasikan berdasarkan cara reproduksi dan struktur tubuhnya. Jamur dibagi menjadi 4 divisi yaitu:

1. Zygomycotina
2. Ascomycota
3. Basidiomycota
4. Deuteromycota

* ZYGOMYCOTINA
Ciri-ciri zygomycotina:
1. Tubuh zygomycotina terdiri dari benang nifa yang bersekat melintang
2. Dinding selnya mengandung kritin
3. Contoh jamur ini adalah tempe
4. Selain itu ada juga yang hidup secara saprofit pada roti, nasi, dan bahan makanan lainnya
5. Ada pula yang hidup secara parasit, misalnya penyebab penyakit busuk pada ular
6. Berkembang biak secara aseksual dengan spora

* ASCOMYCOTA
Ciri-ciri ascomycota:
1. Bersifat uniseluler dan multiseluler
2. Memiliki miselium yang bersekat
3. Ada yang hidup sebagai sapobra dan parasit atau bersimbiosis
4. Memiliki banyak hifa yang bersekat
Manfaat jamur ascomycota: untuk membuat kue, tauco, kecap, dan antibiotik

BASIDIOMYCOTA
Ciri-ciri basidiomycota:
1. Jamur ini umumnya merupakan jamur makroskopik (dapat dilihat dengan mata karena ukurannya yang besar
2. Pada musim penghujan dapat kita temukan pada pohon, misalnya jamur kuping, jamur pohon, atau di tanah yang banyak mengandung bahan organik misalnya jamur barat
3. Bentuk tubuh buahnya kebanyakan mirip payung misalnya jamur merang
Manfaat jamur basidiomycota: ada yang dibudidayakan misalnya jamur merang, jamur tiram, jamur shiltake juga jamur ini merupakan makanan yang bergizi tinggi.

DEUTEROMYCOTA
Ciri-ciri deuteromycota:
1. Berproduksi secara aseksual
2. Memiliki hifa yang bersekat-sekat dan hidupnya secara saprofit pada sisa makanan.

(Disarikan dari berbagai sumber) ***

Bagikan:

Ciri-ciri Tumbuhan Biji Terbuka (Gymnospermae)



Kata spermatophyta berasal dari Yunani yaitu sperma artinya biji, phyton artinya tumbuhan:

* Ciri-ciri tumbuhan biji:

   1. Mempunyai akar, batang, dan daun sejati
   2. Tracheophyta (tumbuhan pembuluh)
   3. Autotrof
   4. Menghasilkan biji
   5. Mempunyai bunga/ organ biji yang dihasilkan oleh strobilus atau bunga.

Tumbuhan biji terbuka.

1. Tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae). Ciri-ciri tumbuhan biji terbuka adalah:

1. Pada umumnya perdu atau pohon, tidak ada yang berupa herba, batang, dan akar berkambium sehingga bisa tumbuh membesar.
2. Mempunyai bentuk perakaran tunggang.
3. Daunnya sempit, tebal, dan kaku.
4. Pada tulang daun tidak beraneka ragam.
5. Tidak mempunyai bunga sejati.
6. Pada alat perkembangbiakannya yang berbentuk kerucut yang disebut dengan strobilus atau runjung.
7. Pada bakal biji tersusun dengan strobilus.
8. Bakal bijinya tidak dilindungi oleh daun buah/ berbiji terbuka.

Tumbuhan biji terbuka terdiri dari empat suku (familia), yaitu:

1. Cycadinae, ciri-cirinya:
    - Hidup di daerah tropis dan subtropis
    - Berumah dua (bunga jantan dan betina tidak pada satu tumbuhan)
    - contoh: Cycas revoluta, Cycas rumphii (Pakis haji)

2. Gnetophyta, ciri-cirinya:
    - Memiliki pembuluh kayu
    - Tidak memiliki bunga
    - Berkembang biak dengan Strobilus
    - Pohonnya berkayu dan tumbuh dengan tinggi 15-20
    - contoh: melinjo (Gnentum gnemon)

3. Coniferinae, ciri-cirinya:
    - Batang besar berkayu
    - Daunnya berbentuk jarum
    - Ada yang berumah satu dan berumah dua
    - Bentuk daun berkerucut

4. Ginkgoinae, ciri-cirinya:
    - Tubuh berupa pohon besar, batang lurus bercabang bentuk daun seperti kipas
    - Merupakan tumbuhan berumah dua
    - Bakal biji tidak dilindungi oleh bakal buah
    - Hanya tinggal satu spesies yaitu gingko biloba

Contoh tumbuhan gymnospermae:

1. Cycas rumphii
2. Ginkgo biloba
3. Araucaria cuninghami
4. Gnetum gnemon
5. Pinus controrta
6. Female cone

Manfaat tumbuhan terbuka:

1. Dapat digunakan sebagai tanaman hias misalnya: Pakis haji (Cycas rumphii).
2. Bisa digunakan/dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Misalnya: melinjo (Gnentum gnemon) untuk kerupuk dan sayur.
3. Dapat digunakan sebagai bahan penghasil minyak dan bahan baku kertas, sebagai bahan pembuat cat dan korek api. Misalnya (Pinus merkusii).
4. Dapat digunakan sebagai bahan obat-obatan dan kosmetik kecantikan wajah. Misalnya damar (Ginkgo biloba).

(Dikutip dari berbagai sumber) ***

Bagikan:

Ciri-ciri, Manfaat dan Contoh Tumbuhan Paku (Pterydophyta)


Ciri-ciri tumbuhan paku:

1. Memiliki akar batang dan daun sejati
2. Memiliki sporangium dalam sorus (bawah permukaan daun)
3. Mengalami metagenesis (pergiliran keturunan)
4. Jenis-jenis tumbuhan paku antara lain: paku kurba, paku ekor kuda, dan paku kawat

Contoh Tumbuhan Paku.

Beberapa tanaman paku untuk tanaman hias antara lain: paku tiang, paku tanduk rusa, paku sarang burung, suplir, semanggi, Nephrolepis, Azola pinnata.

Manfaat tumbuhan paku:

1. Bisa dijadikan tanaman hias contoh: suplir, pakis haji, paku sarang, paku tanduk rusa
2. Bisa menjadi sayur-sayuran contoh: semanggi, sayur pakis
3. sebagai pupuk hijau pada tanaman padi (Azolla pinata)
4. Sebagai obat luka (Selaginella plana)
5. Penghasil obat-obatan (Lycopodium clavatum)

Contoh dan manfaat Azolla pinata:

- Azolla merupakan tanaman paku air yang hidup di perairan. Tanaman ini sering dijumpai di lahan yang tergenang air dan juga lahan-lahan pertanian yang tergenang air terutama di lahan persawahan.
- Tanaman ini memiliki panjang 1,5-2,5 cm. Bentukdaun yang kecil dan saling bertindih dengan warna permukaan daun hijau kemerah-merahan.
- Tanaman ini hidup bersimbiosis dengan mikroorganisme Annabaena azollae dan simbiosis mutualisme. Tanaman azollae sebagai tempat tumbuh (inang) bagi Annabaena azollae.
- Sedangkan mikroorganisme Annabaena azollae memiliki kemampuan untuk dapat memfikasasi atau mengambil unsur nitrogen yang terdapat di udara sekitarnya.
- Kemudian diproses sehingga menjadi unsur hara yang siap untuk diserap oleh tanaman sekitarnya.

(Disarikan dari berbagai sumber) ***
Bagikan:

20 Juni 2021

Jenis-jenis Bahan Kerajinan Limbah Lunak


Limbah adalah buangan atau zat sisa dari suatu usaha atau kegiatan manusia yang dihasilkan melalui suatu proses produksi baik industri, maupun domestik.

Kekayaan alam dan budaya Indonesia merupakan modal munculnya keberagaman produk kerajinan. Kerajinan yang unik, estetis, kreatif, berkualitas, dan khas (berciri atau mengandung unsur kedaerahan) menjadi acuan mengolah dan melestarikan kerajinan, salah satunya berasal dari limbah organik.

Limbah lunak.

Limbah berasal dari tempat asalnya seperti limbah rumah tangga, limbah pabrik, dan limbah suatu kegiatan. Semakin maju dan berkembangnya suatu masyarakat, akan semakin banyak pula limbah yang dihasilkan.

Dahulu orang mencuci gelas hanya menggunakan jeruk nipis dan mencuci piring menggunakan sabut kelapa. Namun, seiring berkembangnya zaman, telah diciptakan sabun dan spon atau sabut pencuci piring dari busa dan kawat sehingga peningkatan limbah semakin tidak dapat dielakkan lagi.

Pengelompokan Limbah

1. Berdasarkan Wujudnya

    a. Limbah gas
       Jenis limbah yang berbentuk gas, meliputi karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), HCL,  NO2, SO2.
    b. Limbah cair
        Limbah yang bersifat zat cair, misal air cucian, air hujan, rembesan AC, air sabun, dan minyak goreng buangan.
     c. Limbah padat
         Limbah yang berupa zat padat, yakni kotak kemasan, plastik, bungkus ajajan, botol, kertas, kardus, kaleng susu, dan ban bekas.

2. Berdasarkan Sumbernya

    a. Limbah pertanian, yaitu limbah yang berasal dari kegiatan pertanian.
    b. Limbah industri, yaitu limbah yang dihasilkan oleh pembuangan kegiatan industri.
    c. Limbah pertambangan, yaitu limbah yang dihasilkan dari kegiatan pertambangan.
    d. Limbah domestik, yaitu limbah yang berasal dari rumah tangga, pasar, restoran, dan permukiman penduduk.

3. Berdasarkan Senyawanya

a. Limbah organik
        Limbah yang bisa dengan mudah diuraikan atau membusuk. Limbah organik mengandung unsur karbon. Limbah ini dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, contoh kulit buah dan sayur, sisa potongan kayu, kotoran manusia dan kotoran hewan.
    b. Limbah anorganik

        Limbah yang sangat sulit atau bahkan tidak bisa diuraikan atau tidak bisa membusuk. Limbah ini tidak mengandung unsur karbon, contoh plastik, beling, baja, kaleng, dan keramik.

Jenis limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai kerajinan harus diidentifikasi dahulu. Setelah memahami jenis limbah, kita dapat mengelompokkan jenis limbah yang tergolong organik atau anorganik. Kerajinan yang berasal dari dua jenis limbah tersebut memiliki keterampilan khusus agar dihasilkan karya yang bernilai dan bermanfaat.

Indonesia memiliki kerajinan yang berasal dari limbah yang dipasarkan baik lokal, nasional, maupun internasional. Dengan demikian, pendapatan pun bertambah, juga ditunjang oleh terbukanya lapangan pekerjaan.

(disarikan dari berbagai sumber) ***

Bagikan:

Proses Produksi Kerajinan Bahan Limbah Lunak



Produk kerajinan dari bahan limbah lunak yang dimaksud adalah limbah lunak organik dan anorganik. Pembuatan kerajinan limbah lunak setiap daerah berbeda. Masing-masing memiliki ciri khas yang menjadi keunggulan daerahnya. Penggolongan hasil limbah lunak organik yang dijadikan bahan baku kerajinan berdasarkan kondisi wilayahnya:

Limbah Lunak

1. Daerah pesisir pantai
    Berupa sabut kelapa dan daun kelapa
2. Daerah pegunungan
    Berupa kulit jagung, kulit bawang, kulit kacang, biji-bijian, kulit buah (salak dan petai cina)
3. Daerah pertanian
    Berupa jerami padi, kulit jagung, batang daun singkong, kulit bawang, dan pelepah pisang
4. Daerah perkotaan
    Berupa kertas, kardus, kulit telur, kayu, serbuk gergaji, dan serutan kayu

Proses Pengolahan Limbah Lunak

1. Pemilahan bahan limbah lunak
    Pemilahan bahan dapat dilakukan secara manual sebelum diolah
2. Pembersihan limbah
    Limbah dibersihkan dahulu dari sisa-sisa bahan yang telah dimanfaatkan sebelumnya
3. Pengeringan
    Limbah dikeringkan dibawah sinar matahari agar kadar air hilang dan dapat diolah dengan sempurna
4. Pewarnaan bahan limbah lunak
    Jika desain diperlukan pewarnaan, maka dapat dilakukan. Umumnya dicelupkan atau direbus bersama zat pewarna tekstil. ada juga divernis/dipelitur atau dicat
5. Pengeringan setelah pewarnaan
    Dikeringkan dengan sinar matahari langsung, agar warna sempurna
6. Penghalusan bahan
    Dapat difinishing agar mudah diproses menjadi karya

Syarat Perancangan Benda Kerajinan

1. Kegunaan (Utility)
    Benda kerajinan memiliki nilai praktis, yaitu dapat digunakan sesuai fungsi dan kebutuhan. 
2. Kenyamanan (comfortable)
    Menyenangkan dan memberi kenyamanan bagi pemakainya. 
3. Keluwesan (Flexibility)
    Memiliki keserasian antara bentuk dan nilai gunanya. Contoh: sepatu sesuai anatomi kaki
4. Keamanan (Safety)
    Tidak boleh membahayakan pemakainya sehingga aman digunakan
5. Keindahan (Aestetic)
    Mempunyai nilai daya tarik lebih dibandingan benda yang biasa-biasa saja

A. Kerajinan Limbah Lunak Organik

     1. Kerajinan limbah kertas

         Kertas yang digunakan untuk kerajinan berupa kertas koran, majalah, buku bacaa, dsb. Kertas tersebut dapat digunakan sebagai bahan dasar dengan menambah zat pelindung anti air atau dilapisi plastik. Tujuannya agar kerajinan tersebut bertahan lama, tidak mudah rusak, dan terlihat kuat. 

      2. Kerajinan limbah kulit jagung

          Kulit jagung merupakan limbah organik basah yang dapat dimanfaatkan sebagai kerajinan yang bernilai jual, menarik, dan bagus. Beberapa bahan yang digunakan antara lain kulit jagung, pewarna makanan, setrika, gunting, lem, dan bahan pendukung lainnya. Kerajinan dari kulit jagung antara lain boneka, gantungan kunci, dan bunga.

     3. Kerajinan limbah jerami

         Batang padi atau yang disebut jerami merupakan limbah pertanian. Selama ini digunakan untuk budidaya jamur merang dan pakan ternak. Kadang digunakan sebagai bahan bakar membuat bata. Limbah ini juga dapat digunakan sebagai kerajinan tangan yang estetis dan unik. Produk kerajinan ini masih tergolong langka sehingga berpotensi untuk terus dikembangkan.

      4. Kerajinan Limbah Pelepah Pisang

          Limbah ini mudah ditemukan di berbagai tempat. Hal ini karena pohon pisang mudah tumbuh di permukaan tanah kondisi yang bermacam-macam. Terdapat pesona menarik yang dihasilkan dari pelepah pisang berupa serat yang bergaris-garis. Serat pelepah pisang inilah yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kerajinan tangan ynag membawa berkah bagi para pengrajinnya.

(disarikan dari berbagai sumber) ***

Bagikan:

Tindakan, Motif dan Prinsip-prinsip Ekonomi

 
Tindakan ekonomi  adalah segala kegiatan manusia untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya. Manusia dikenal sebagai makhluk ekonomi (Homo economicus) artinya manusia melakukan berbagai macam tindakan agar semua kebutuhannya terpenuhi dan dapat mencapai kemakmuran.

Ilustrasi.

Motif ekonomi adalah keinginan atau alasan yang mendorong manusia untuk melakukan tindakan ekonomi. Ada empat macam motif ekonomi yaitu:

1. Motif untuk memenuhi kebutuhan
2. Motif untuk berbuat sosial
3. Motif untuk mendapat penghargaan
4. Motif untuk memperoleh kekuasaan

Prinsip ekonomi adalah untuk mendapatkan hasil tertentu dengan pengorbanan yang sekecil mungkin. Orang yang berpedoman pada prinsip ekonomi selalu melakukan pertimbangan sehingga pengorbanan kita mendapatkan hasil yang optimal. Prinsip ekonomi dapat diterapkan dalam kegiatan ekonomi yaitu:

1. Penerapan prinsip ekonomi dalam kegiatan produksi

a. Menggunakan bahan mentah atau bahan baku dengan mutu terbaik
b. Mendirikan perusahaan yang dekat dengan bahan mentah atau bahan baku
c. Menggunakan tenaga kerja dengan upah yang murah
d. Harus selalu hemat dalam biaya produksi

2. Penerapan prinsip ekonomi dalam distribusi

a. Menyalurkan barang dengan prinsip tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat tempat
b. Menempatkan perusahaan diantara produsen dan konsumen
c. Memberikan layanan dengan baik
d. Menggunakan sarana distribusi yang murah

3. Penerapan prinsip ekonomi dalam kegiatan konsumsi

a. Membeli barang dengan memilih terlebih dahulu
b. Membeli barang yang berkualitas bagus
c. Membeli barang sesuai kualitas yang direncanakan
d. Setiap akhir bulan membuat daftar kebutuhan berdasarkan skala prioritas.

(disarikan dari berbagai sumber)***


Bagikan:

Corak Persebaran Fauna di Indonesia



Fauna Indonesia dikelompokkan menjadi tiga corak yaitu fauna  bagian barat, tengah, dan timur.

Ilustrasi.

- Garis yang memisahkan fauna Indonesia bagian barat dengan tengah dinamakan garis WALLACE.
- Garis yang memisahkan fauna Indonesia bagian tengah dan timur dinamakan garis WEBER.
- Fauna bagian barat memiliki ciri/ tipe seperti fauna Asia sehingga tipe ASIATAS.
- Fauna bagian timur memiliki tipe/ciri yang mirip fauna dibenua Australia disebut tipe AUSTRALIS.
- Fauna tengah merupakan fauna peralihan yang ciri/tipenya berbeda dengan fauna ASIATAS, tetapi fauna ENDEMIS.

1. Fauna Indonesia Bagian Barat

Mencakup wilayah Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Ciri-cirinya:
- Mamalia berukuran besar, seperti: gajah, macan, tapir, badak bercula satu, banteng, kerbau, rusa, babi hutan, orang utan, monyet, dll.
- Banyak ditemukan reptil seperti: ular, buaya, tokek, kadal, brawak, tringgiling.
- Berbagai jenis burung seperti: elang, burung, gagak, jalak, merak, dan berbagai macam unggas.
- Berbagai macam ikan air tawan seperti ikan pesut (sejenis lumba-lumba di  sungai Mahakam).

2. Fauna Indonesia Bagian Tengah

Disebut juga wilayah fauna kepulauan Wallace mencakup Sulawesi, Timor, dan Nusa Tenggara serta pulau-pulau sekitarnya. Jenis faunanya:

a. Babi rusa, anoa, ikan duyung, kuskus, monyet hitam, tarsius
b. reptil, amphibi (biawak, komodo, buaya)
c. jenis burung (maleo, burung dewata, raja udang, rongkong).


3. Fauna Indonesia Bagian Timur

Disebut tipe australis tersebar di wilayah Papua, Halmahera, dan Kep. Aru. Jenis faunanya:

a. Mamalia (kanguru, walabi, landak, pemanjat berkantung)
b. Tidak ditemukan kera
c. Reptil (biawak, ular, kadal)
d. Jenis burung (burung cendrawasih, nuri, raja udang, kasuari, dan namudur)
e. Jenis ikan tawar relatif sedikit. 

(dikutip dari berbagai sumber) ***

Bagikan:

17 Juni 2021

Pembagian Wilayah Indonesia Berdasarkan Garis Bujur dan Garis Lintang



Indonesia.

Berdasarkan garis bujur, wilayah Indonesia dibagi menjadi tiga waktu yaitu:

1. Waktu Indonesia Barat (WIB) meliputi Sumatera, Jawa, Madura, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah
2. Waktu Indonesia Tengah (WITA) meliputi Bali, NTT, NTB, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi.
3. Waktu Indonesia Timur (WIT) meliputi Maluku dan Papua.

Berdasarkan garis lintangnya, kondisi Indonesia sebagai berikut:

a. Sebagian besar wilayah Indonesia terletak di bumi selatan
b. Wilayah Indonesia dilalui oleh garis khatulistiwa (Ekuator) atau garis lintang 0 derajat. Wilayah tersebut adalah Pontianak (Kalimantan Barat), Kota Tumbu (Sulawesi) dan Kota Bonjol (Sumatera Barat)
c. Indonesia beriklim tropis.
Bagikan:

16 Juni 2021

Pengertian Peta, Manfaat, dan Unsur-unsurnya


- Peta adalah sebuah gambaran permukaan bumi pada suatu bidang datar dan diperkecil dengan menggunakan skala.
- Ilmu yang mempelajari peta disebut kartografi
- Orang yang mempelajari peta disebut kartografer


Peta Indonesia.

Peta dibedakan menjadi dua bagian yaitu:

1. Peta Khusus adalah peta yang menampilkan tema tertentu, contoh: peta iklim, peta kepadatan penduduk, peta geologi, dll.

2. Peta Umum adalah peta yang menggambarkan kenampakan umum dari permukaan bumi. Kenampakan umum yang terdapat di peta, antara lain:

1. Kenampakan air: terdiri atas sungai, rawa, danau, dan laut
2. Kenampakan relief: terdiri atas gunung, pegunungan, dataran rendah, dan dataran tinggi
3. Kenampakan vegetasi: terdiri atas hutan dan perkebunan
4. Kenampakan pemukiman: terdiri atas desa dan kota
5. Kenampakan lahan pertanian terdiri atas sawah, ladang, dan tambak
6. Kenampakan wujud lain: terdiri atas industri, pertambangan, dll.

Manfaat peta:

1. Mengetahui jarak satu tempat ke tempat lain
2. Mengetahui arah suatu tempat
3. Dapat menjelaskan kondisi suatu lingkungan
4. Memperoleh data yang dibutuhkan pengguna
5. Kemungkinan usaha dilakukan di suatu tempat

Syarat peta:

1. Ekuivalen ialah gambaran untuk bidang maupun daerah yang ada pada peta jika sudah dihitung dengan skalanya maka akan sama dengan keadaan yang aslinya atau sama dengan di lapangan.
2. Ekuidistan ialah jarak yang ada pada peta jika dikalikan dengan skala pada peta akan sama dengan jarak yang ada di lapangan atau jarak aslinya. 
3. Conform ialah bentuk dari peta yang dibuat juga harus sama dan sebangun dengan yang aslinya atau sama dengan yang ada di lapangan.

Unsur-unsur peta:

1. Judul peta: Fungsinya untuk menunjukkan isi dari peta itu sendiri
2. Skala peta: Menunjukkan perbandingan dari jarak peta dengan jarak yang sebenarnya. Misalnya skala 1:1.000.000 maka tentu saja setiap jarak 1 cm pada peta sama dengan jarak 10 km atau 1.000.000 cm jarak sebenarnya.
3. Orientasi peta atau penunjuk arah: Berarti bagian-bagian atas sebuah peta akan selalu menunjukkan arah utara.
4. Simbol peta: adalah tanda khusus pada peta yang mewakili objek yang dipetakan. Tujuan simbol peta adalah untuk memudahkan pengguna peta dalam membaca dan memahami isi peta. Simbol-simbol pada peta adalah sebagai berikut:
    - Simbol titik: simbol ini dapat berupa lingkaran, bujur sangkar, segitiga, dll.
    - Simbol garis: dapat digunakan dalam beragam bentuk dan ukuran ketebalan
    - Simbol warna: digunakan pada peta dengan aturan tertentu. Contohnya: Warna hijau untuk dataran rendah, warna biru untuk perairan darat dan laut, warna kuning untuk dataran tinggi, warna cokelat untuk pegunungan, warna putih untuk wilayah puncak pegunungan yang tertutup salju.
    - Simbol area: Objek yang digambar pada peta biasanya berupa ilustrasi dari objek yang ada di lapangan.
5. Garis koordinat adalah garis khayal pada peta berupa koordinat peta dalam bentuk garis lintang dan garis bujur. 
6. Inset: Merupakan peta kecil yang ada pada suatu peta untuk menunjukkan lokasi daerah yang dipetakan diantara lokasi lainnya yang lebih luas.
7. Sumber peta: Menunjukkan orang atau lembaga yang membuat peta. Dari sumber peta inilah diperoleh informasi untuk pembuatan peta, sehingga bisa dinilai kualitas peta yang dihasilkan.
8. Legenda adalah menjadi kunci untuk membaca peta karena berisikan keterangan simbol-simbol yang terdapat dalam peta. Legenda biasanya diletakkan di bagian kiri atau kanan bawah peta di sebelah dalam garis tepi.
9. Petunjuk arah merupakan gambaran mata angin. Biasanya dilukis pada bagian atas, arah utara menjadi arah mata     angin pokok yang menunjuk ke atas.
10. Indeks: Digunakan untuk menentukan lokasi daerah yang tergambar terhadap daerah sekitarnya.

***

Bagikan:

LETAK GEOLOGIS INDONESIA

 

Letak geologis adalah letak suatu wilayah berdasarkan keadaan batu-batuan yang terdapat didalamnya.
Letak geologis Indonesia yaitu:

Ilustrasi.

a. Wilayah Indonesia merupakan pertemuan antara daratan pegunungan lipatan muda dunia, yaitu rangkaian sirkum pasifik dan sirkum mediterania. Hal ini mengakibatkan Indonesia memiliki banyak gunung api yang aktif. Kondisi ini menjadikan Indonesia memiliki tanah yang subur.

b. Wilayah Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng besar yaitu lempeng Eurasia, lempeng Pasifik, dan lempeng Hindia. Akibat tabrakan antar lempeng  Indonesia sering terjadi gempa bumi.

c. Wilayah Indonesia terletak pada pertemuan dua daerah paparan, yaitu paparan sunda (semenanjung Malaysia, Sumatera, Jawa, Madura, dan Bali), dan paparan sahul (Papua atau Indonesia Bagian Timur), serta zona transisi yang terletak diantara keduanya. Kondisi tersebut menyebabkan Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati flora dan fauna.

Menurut Badan Informasi Geospasial (BIG) luas wilayah daratan Indonesia adalah 1.922.570 km2 dan luas perairan 3.257.483 km2. Apabila kita bandingkan dengan wilayah lainnya, maka luas wilayah Indonesia (daratan dan lautan) adalah kurang lebih sama dengan Eropa atau hampir sama dengan Amerika Serikat atau Australia. 

Indonesia mempunyai daratan yang terdiri dari 13.466 pulau sehingga membuat bangsa Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan yang tersebar di dunia. Sehingga dengan banyaknya pulau yang ada, akan membuat garis pantai sangat besar yaitu mencapai 99.030 km.

***

Bagikan:

Letak Geografis dan Batas Wilayah Indonesia

 
Letak geografis adalah posisi suatu wilayah (negara) apabila dilihat dari realitas atau kenyataan pada permukaan bumi.  Letak geografis Indonesia adalah sebagai berikut:


Peta Indonesia.

1. Letak geografis Indonesia terletak diantara dua benua yaitu benua Asia dan benua Australia kemudian terletak diantara dua samudera yaitu samudera pasifik dan samudera hindia.

2. Selain itu, wilayah Indonesia juga berbatasan dengan berbagai wilayah negara dan samudera. Negara Indonesia berbatasan langsung dengan 10 negara tetangga baik yang berbatasan darat maupun lautnya, yaitu negara Malaysia, Papua New Guinea (PNG), dan Timor Leste, sedangkan batas lautnya dengan negara India, Singapura, Vietnam, Thailand, Malaysia, Filipina, Palau, Papua New Guinea, Australia, dan Timor Leste.

Batas wilayah negara Indonesia dapat juga dilihat dari posisinya, yaitu:

1. Untuk sebelah utara, wilayah Indonesia berbatasan dengan wilayah negara Malaysia, Singapura, Palau, Filipina, dan Laut Cina Selatan.
2. Untuk sebelah barat, wilayah Indonesia berbatasan dengan Samudera Hindia.
3. Untuk sebelah Selatan, wilayah Indonesia berbatasan dengan negara Timor Leste, Australia, dan Samudera Hindia.
4. Untuk sebelah Timur, wilayah Indonesia berbatasan dengan negara Papua Nugini dan Samudera Pasifik.

Keuntungan negara Indonesia dari letak geografisnya:

Negara Indonesia dari letak geografisnya sangat strategis sebab wilayah Indonesia merupakan jalur lalu lintas dari perdagangan dunia antara negara-negara dari Asia Timur dengan negara yang ada di Eropa, Afrika, Timur Tengah, dan India. Kapal-kapal dagang yang memuat berbagai macam komoditas dari Jepang, China, dan negara-negara lainnya melalui teritorial Indonesia menuju ke negara-negara tujuan yang ada di Eropa. Indonesia juga dilewati jalur perdagangan dari Asia ke arah Australia dan Selandia Baru. Dengan demikian, letak geografis Indonesia akan berpengaruh terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya. 

Dampak negatif letak geografis Indonesia:

Dampak negatif letak geografis Indonesia adalah kehidupan budaya negara lain yang datang ke Indonesia yaitu pergaulan bebas, kesantunan. Selain budaya yang tidak sesuai, Indonesia juga rentan terhadap barang-barang yang dilarang yang diseludupkan misalnya narkoba dan senjata api. 

***
Bagikan:

12 Juni 2021

Pengelompokan Tumbuhan dan Hewan

 
A. Pengelompokan Hewan

1. Berdasarkan Jenis makanan

a. Herbivora adalah pemakan tumbuhan. Contoh: kuda, onta, kambing, sapi.
b. Karnivora adalah pemakan hewan. Contoh: ular, buaya, harimau, singa.
c. Omnivora adalah pemakan hewan dan tumbuhan atau pemakan segalanya. Contoh: itik, ayam, beruang, tikus.


Pohon Palma

2. Berdasarkan penutup tubuhnya

a. Hewan Bersisik, contohnya: buaya, trenggiling, ikan, dan ular
b. Hewan Berlendir, contohnya: belut, lele, dan cacing
c. Hewan Berambut, contohnya: sapi, kuda, kera, dan kambing
d. Hewan Berbulu, contohnya: ayam, itik, dan burung

3. Berdasarkan cara perkembangbiakannya

a. Ovipar (bertelur), contoh: ayam, itik
b. Vivipar, contoh: ular, sapi, lumba-lumba, paus, kelelawar, tikus, kelinci, gajah
c. Ovovivipar, contoh: platipus
d. Membelah diri, contoh: amuba
e. Tunas, contoh: hydra
f. Fragmentasi, contoh: planaria

B. Pengelompokan Tumbuhan

1. Berdasarkan keping biji

a. Monokotil: adalah biji berkeping satu, contoh: salak, bambu, padi, kelapa, palem.
b. Dikotil: adalah biji berkeping dua, contoh: mangga, kedelai, jambu, jati, jeruk, kacang tanah.

2. Berdasarkan jenis akar

a. Akar serabut, contoh: kelapa, palem, rumput, salak, padi.
b. Akar tunggang, contoh: jambu, bayam, mangga, bambu, pisang, tebu, cocor bebek.

3. Berdasarkan tulang daunnya

a. Sejajar, contoh: padi, rumput,daun pandan
b. Menjari, contoh: singkong, pepaya, kapas
c. Menyirip, contoh: daun jambu, mangga, daun durian
d. Melengkung, contoh: daun sirih, daun waru
4. Berdasarkan cara perkembangbiakannya
a. Spora, contoh: paku, lumut, jamur
b. Rhizoma/ akar tinggal, contoh: lengkuas, kunyit, temulawak, jahe
c. Geragih/ stolon, contoh: pegagan, strawberi
d. Tunas, contoh: bambu, pisang, tebu, pisang, tebu
e. Tunas adventif, contoh: cemara, cocor bebek
5. Berdasarkan jenis batang
a. Batang berkayu, contoh: mangga, jati
b. Batang basah, contoh: bayam, ketela rambat
c. Batang rumput, contoh: jagung, padi

***
Bagikan:

Perubahan Wujud Zat Beserta Contoh-contohnya

 
Wujud dan sifat suatu benda dapat berubah. Benda akan mengalami perubahan wujud jika mendapat pengaruh dari luar. Perubahan-perubahan tersebut yaitu:

1. Mencair/Melebur

Mencair/ melebur adalah perubahan wujud benda dari padat ke cair. 
Contoh: 
- Es batu ke dalam gelas, lama-lama akan mencair
- Lilin yang mendapat pengaruh panas, lama kelamaan akan meleleh/mencair.
- Memanaskan margarin/mentega
- Menggoreng telur menggunakan mentega

2. Menguap

Menguap adalah perubahan dari benda cair menjadi gas. Perubahan itu terjadi karena ada penguapan dari panas sehingga cairan berubah menjadi uap air.
Contoh: 
- Memasak air di dalam panci, terjadi penguapan
- Menggoreng telur menggunakan mentega
- Minyak kayu putih dalam botol terbuka
- bensin dalam botol yang terbuka


Ilustrasi.

3. Membeku

Membeku adalah perubahan bentuk benda dari benda cair menjadi benda padat.
Contoh: 
- Lilin yang meleleh, kembali menjadi padat
- Es yang mencair, dimasukkan ke dalam kulkas akan membeku
- Membuat caramel
- Minyak goreng yang menggumpal
- Lahar panas dari gunung berapi akan menjadi batu dan pasir jika telah dingin

4. Mengembun

Mengembun adalah proses perubahan gas menjadi benda cair. 
Contoh: 
- Tutup panci untuk memanaskan air, akan ada titik-titik air di balik tutup panci
- Membuat minyak kayu putih
- Kaca luar mobil yang dibersihkan air, kaca bagian dalam tetap basah

5. Menyublim

Menyublim adalah proses perubahan benda padat menjadi gas.
Contoh: 
- Kamper/ kapur barus, jika dibiarkan terbuka maka lama-kelamaan akan habis
- Penggunaan es kering

***
Bagikan: