21 Februari 2019

Lirik Lagu Ise Ma Mangapus Ilukkon dan Artinya


Ise Ma Mangapus Ilukkon

Vocal: Bulan Panjaitan
Ciptan: Bulan Panjaitan

Bulan Panjaitan.
Huboto do ito
Jogal ni rohanghi tu ho
Huboto do holan monang sandiri au
Ala huboto holongmi
Mansai balga tu au ito
Holan lomo-lomokku do
Hubaen tu ho

(Aku tahu kekasih
Aku egois terhadapmu
Aku tahu aku selalu ingin menang sendiri
Karena kutahu
Cintamu sangat besar padaku
Aku memperlakukanmu
Sesuka-suka hatiku)

Alai nang pe songoni
Jugul ni rohangki tu ho
Tong do sayang hian au tu ho
Umbahen i ito pasabar-sabar ma roham
Unang, unang tinggalhon au ito

(Tapi walaupun aku egois
terhadapmu
Aku sangat sayang padamu
Oleh karena itu, sabarkanlah hatimu
Jangan, jangan kau tinggalkan aku)

Reff:

Ise ma manganju-anju au
Molo muruk ho
Molo mandele ho ito
Ise ma mangapus ilukkon
Molo tangis au
Molo tarilu au ito

(Siapa yang akan memanjakanku
Kalau kau marah
Kau kau putus asa
Siapa yang akan manghapus airmata
Jika aku menangis
Jika aku sedih)

Ai holan ho do ito
Na boi manganju rohanghon
Ai holan ho do ito
Na boi mangapus ilukkon
Ai holan ho do na boi
Palambokhon ate-atenghon

(Hanya kau sayang
Yang mampu memahami hatiku
Hanya kau sayang
Yang mampu mengusap airmataku
Hanya kau yang mampu
Melembutkan hatiku)

****
Bagikan:

Lirik Lagu Tarunduk Au dan Artinya - Joel Simorangkir


Tarunduk Au

Vokal: Joel Simorangkir
Ciptaan: NN

Joel Simorangkir.
Tarunduk au, tarunduk au
Di hatami o tondinghu
Tagan so borhat dope au
Taripar dolok na timbo
Ai dibahen ho do hata sipeoponhi
Ai dibahen ho do hata sipeoponhi

(Aku tertunduk, aku tertunduk
Menerima perkataanmu oh jiwaku
Sesaat sebelum aku berangkat
Merantau melewati pebukitan tinggi
Kau berikan janji untuk kupegang
Kau berikan janji untuk kupegang)

Hansit nai, parir nai
Pambahenanmon tu au ito
Tompu nai, songgot nai
Au on mate poso
Ai so na adong na manjanghon au
Di luat na dao
Ai so na adong na manjanghon au
Di luat na dao

(Sungguh sakit, sungguh pahit
Perlakukanmu padaku, sayang
Sungguh mendadak, sungguh mengejutkan
Aku kini sebatang kara
Sebab tak ada yang menerimaku
Di rantau jauh
Tak ada yang menerimaku
Di rantau jauh

Reff:

Tu paningkotan ma hape
Da luluanhu tondinghu
Sotung sumolsol ho muse
Tu au anakni na pogos on
Asa tung sombu sombu sombu sombu ma roham
Tu au da ito
asa tung sombu sombu sombu sombu ma roham
Tu au da ito

(Aku harus mencari
jalan menuju kematian, jiwaku
Jangan kau sesali lagi
Aku anak miskin ini
Agar hatimu puas puas puas puas
terhadapku
Agar hatimu puas puas puas puas
terhadapku

***

Bagikan:

20 Februari 2019

Lirik Lagu Simalungun Tolu Sahundulan


Tolu Sahundulan

Vocal: Zahara, Maria & Supra
Ciptaan: Lamser Girsang

Ilustrasi.
Sanina pangalopan riah
Jonjong nasiam ase rup hita manortor
Riap ma hita mangembas manortor
Mangalo-alo haganupan sindohorta

Tondong pangalopan podah
Jongjong nasiam ase roh hami marsombah
Podahi nasiam ma hanami na lepak
Ulang manlembang humbai adat Simalungun

Reff:

Nasiam panggual nami
Gual nasiam ma gondrang in
Ase manortor hanami on
Namarsanina, namartondong, maranak boru

Boru pangalopan gogo
Jongjong nasiam ase roh hanami mangelek
Hobaskon nasiam ganupan horjanta
Ulang tarbador hita humbani pestanta

***
Bagikan:

18 Februari 2019

Lirik Lagu Ho do Bintanghu dan Artinya


Ho do Bintanghu

Vocal: Kristina Silalahi
Ciptaan: Edison Sibuea

Kristina Silalahi
Sahat tu sadari on
Sai solot dope ito
Goarmi, Goarmi...
Di pusu-pusunghi

(Hingga hari ini
Masih terselip, sayang
Namamu, namamu...
Di jantungku)

Naeng do ho huhalupahon
Naeng do ho sai hupasiding
Lam dao lam dao au sian ho
Lam ganda siholhi tu ho

(Ingin kulupakan kau
Ingin kusingkirkan
Makin jauh aku darimu
Makin dalam rinduku padamu)

Rohanghi nian ito
Naeng do hutinggalhon ho
Asa sonang, asa sonang
Rohani dainangmi

(Ingin rasanya hatiku
Meninggalkanmu
Agar senang, agar senang
Hati ibumu)

Ima na sai mangambati
Pargaulanta hasian
Ai tung tangkasma i hudok tu ho
Holonghi nunga tung bagas tu ho

(Dialah yang selalu menghalangi
Kisah cinta kita
Jujur kukatakan padamu
Kasih teramat dalam untukmu)

Reff:

Ho do ito
Ho do bintanghu
Ho do ito
Mataniaringhi
Ho do ito
Ho do hupaima
Ho do huparsinta
Ito saut di au

(Kaulah, sayang
Kaulah bintangku
Kaulah, sayang
Kaulah matahariku
Kau yang kutunggu
Kau yang kuimpikan
Kau harus milikku)

***
Bagikan:

Cara atau Pedoman Penangangan Kasus Kekerasan Terhadap Wartawan


Peraturan Dewan Pers Nomor 1/Peraturan-DP/III/2013
tentang
Pedoman Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Wartawan

I. Pendahuluan

Perlindungan terhadap wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik telah menjadi kewajiban dunia internasional. Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Human Rights Council) di Wina, Austria, dalam resolusi yang disepakati seluruh anggota tanggal 27 September 2012 untuk pertama kali menegaskan pentingnya keselamatan wartawan sebagai unsur fundamental kebebasan ekspresi.

Ilustrasi.
Dalam resolusi itu, Dewan Hak Asasi Manusia menyerukan kepada negara-negara di dunia agar ”mengembangkan lingkungan yang aman bagi para wartawan yang memungkinkan mereka dapat melaksanakan pekerjaan secara independen.” Resolusi ini juga menyerukan pencegahan impunitas bagi pelaku kekerasan terhadap wartawan dengan melakukan investigasi yang tidak memihak, cepat, dan efektif.

II. Latar Belakang

Keselamatan wartawan masih menjadi masalah serius di Indonesia. Selama ini telah terjadi banyak kekerasan terhadap wartawan atau media. Aspek yang menonjol dalam penanganan kasus-kasus kekerasan terhadap wartawan adalah belum adanya pedoman tentang tahap-tahap dan mekanisme yang dapat menjadi rujukan bagi berbagai pihak terkait. Oleh karena itu, perlu disusun pedoman penanganan yang memadahi. Pedoman ini diharapkan dapat melengkapi ketentuan yang telah ada dalam rangka menyelesaikan kasus-kasus pers berdasarkan semangat dan isi UU Pers No. 40 Tahun 1999.

III. Definisi Kekerasan Terhadap Wartawan

Kekerasan terhadap wartawan yang dimaksud di dalam Pedoman ini adalah kekerasan terhadap wartawan yang sedang menjalankan pekerjaan jurnalistik atau kekerasan akibat karya jurnalistik.

IV. Bentuk Kekerasan Terhadap Wartawan

- Kekerasan fisik, yang meliputi penganiayaan ringan, penganiayaan berat, penyiksaan, penyekapan, penculikan, dan pembunuhan.
- Kekerasan nonfisik, yang meliputi ancaman verbal, penghinaan, penggunaan kata-kata yang merendahkan, dan pelecehan.
- Perusakan peralatan liputan seperti kamera dan alat perekam.
- Upaya menghalangi kerja wartawan mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi, seperti merampas peralatan kerja wartawan atau tindakan lain yang merintangi wartawan sehingga tidak dapat memproses pekerjaan kewartawanannya.
- Bentuk kekerasan lain terhadap wartawan yang belum disebut dalam pedoman ini merujuk pada definisi yang diatur KUHP dan UU HAM.

V. Prinsip Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Wartawan

- Penanganan kasus kekerasan terhadap wartawan harus dilakukan atas persetujuan korban atau ahli waris.
- Penanganan kasus kekerasan terhadap wartawan harus dilakukan secepatnya.
- Penanganan kasus kekerasan yang berhubungan dengan kegiatan jurnalistik menjadi tanggung jawab bersama perusahaan pers, organisasi profesi wartawan, dan Dewan Pers.
- Penanganan kasus kekerasan yang tidak berhubungan dengan kegiatan jurnalistik menjadi tanggung jawab langsung penegak hukum.
- Organisasi profesi wartawan dan perusahaan pers harus bersikap adil dan memberikan sanksi tegas jika ditemukan bukti-bukti bahwa wartawan melanggar kode etik jurnalistik dan atau turut menyebabkan terjadinya kasus kekerasan.
- Perusahaan pers, asosiasi perusahaan pers, dan organisasi profesi wartawan membentuk lumbung dana taktis untuk penanganan tindak kekerasan terhadap wartawan. Dewan Pers memfasilitasi pembentukan lumbung dana taktis tersebut.
- Media massa perlu menghindari pemberitaan kasus kekerasan terhadap wartawan yang dapat menghambat penanganan masalah, termasuk mempersulit evakuasi dan perlindungan korban.

VI. Langkah Penanganan

Langkah-langkah penanganan kasus kekerasan terhadap wartawan sebagai berikut:
- Pengumpulan informasi, yaitu membuat kronologi, menentukan pihak-pihak yang terlibat, baik korban dan pelaku maupun saksi mata, serta mengumpulkan bukti-bukti.
Verifikasi untuk menentukan:
a). Kasus kekerasan yang terjadi berhubungan dengan kegiatan jurnalistik atau tidak.
b). Wartawan murni menjadi korban kekerasan atau turut berkontribusi pada terjadinya kekerasan.
- Identifikasi keperluan korban, antara lain kondisi kesehatan, keselamatan, dan kemungkinan evakuasi korban atau keluarganya.
- Pengambilan kesimpulan dan rekomendasi:
a). Langkah litigasi.
b). Langkah nonlitigasi.
- Langkah koordinasi baik tingkat lokal maupun tingkat nasional yang melibatkan organisasi profesi, media tempat wartawan bekerja, Dewan Pers, kepolisian, LSM media, atau LSM HAM.
- Pengumpulan dana untuk penanganan jika diperlukan.
- Proses evakuasi korban atau keluarga nya harus didahulukan dalam penanganan kasus kekerasan terhadap wartawan jika kondisi mengharuskan demikian.

VII. Tanggung Jawab Perusahaan Pers:

Menjadi pihak pertama yang segera memberikan perlindungan terhadap wartawan dan keluarga korban kekerasan, baik wartawan yang berstatus karyawan maupun nonkaryawan. Tanggung jawab perusahaan pers meliputi:
a). menanggung biaya pengobatan, evakuasi, dan pencarian fakta;
b). berkoordinasi dengan organisasi profesi wartawan, Dewan Pers, dan penegak hukum;
c). memberikan pendampingan hukum.

Tetap melakukan pendampingan, meskipun kasus kekerasan terhadap wartawan telah memasuki proses hukum di kepolisian atau peradilan.

Memuat di dalam kontrak kerja, kewajiban memberikan perlindungan hukum dan jaminan keselamatan kepada wartawan baik wartawan yang berstatus karyawan maupun nonkaryawan.

Menghindari tindakan memaksa wartawan atau ahli warisnya untuk melakukan perdamaian dengan pelaku kekerasan ataupun untuk meneruskan kasus.

Menghindari perdamaian atau kesepakatan tertentu dengan pelaku kekerasan tanpa melibatkan wartawan korban kekerasan atau ahli warisnya.

VIII. Tanggung Jawab Organisasi Profesi Wartawan:

- Melakukan pendampingan terhadap wartawan dan keluarga yang menjadi korban kekerasan, termasuk ketika kasus kekerasan telah memasuki proses hukum. Pendampingan mengacu kepada langkah-langkah penanganan kasus kekerasan terhadap wartawan sebagaimana diatur dalam Bab V Pedoman ini.
- Mengambil peran lebih besar dan bertindak proaktif untuk melakukan advokasi terhadap wartawan korban kekerasan atau keluarganya bagi pengurus organisasi di tingkat lokal.
- Turut mengupayakan dana yang dibutuhkan untuk penanganan kasus kekerasan terhadap wartawan.
- Tidak membuat pernyataan yang menyalahkan pihak tertentu atas terjadinya kekerasan terhadap wartawan, sebelum melakukan proses pengumpulan dan verifikasi data.

IX. Tanggung Jawab Dewan Pers:

- Mengoordinasikan pelaksanaan Pedoman Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Wartawan ini dengan perusahaan pers dan organisasi profesi wartawan.
- Mengingatkan tanggung jawab perusahaan pers dan organisasi profesi wartawan sebagaimana diatur dalam Pedoman ini.
- Turut mengupayakan dana yang dibutuhkan untuk menangani kasus kekerasan terhadap wartawan sampai proses hukum dinyatakan selesai.
- Berkoordinasi dengan penegak hukum untuk melakukan langkah-langkah penanganan yang dibutuhkan untuk melindungi wartawan korban kekerasan atau keluarganya, serta memastikan penegak hukum memproses pelaku kekerasan dan bukti-bukti tindak kekerasan.
- Bersama perusahaan pers dan organisasi profesi wartawan mengawal proses hukum kasus kekerasan terhadap wartawan dan mengambil langkah-langkah yang dibutuhkan untuk mempercepat prosesnya.

X. Ketentuan Penutup

Dewan Pers dan organisasi profesi wartawan membentuk satuan tugas untuk melaksanakan Pedoman Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Wartawan ini.

Setiap kasus kekerasan terhadap wartawan akan diselesaikan melalui litigasi. Kecekatan para penegak hukum amat penting untuk menghindari impunitas yang menyebabkan penyelesaian kasus kekerasan terhadap wartawan dan media pers terabaikan dalam waktu yang tidak menentu.

Penyelesaian nonlitigasi dapat dilaksanakan jika benar-benar dikehendaki oleh korban tanpa tekanan dari pihak mana pun. Penyelesaian nonlitigasi harus melibatkan perusahaan pers, organisasi profesi wartawan, dan Dewan Pers.

Jakarta, 6 Desember 2012

Sumber: dewanpers.or.id

Bagikan:

14 Februari 2019

Lirik Lagu Na Marina Panoroni dan Artinya, Cipt. Tilhang Gultom


Na Marina Panoroni
Ciptaan: Tilhang Gultom


Ilustrasi.
So nanggo tumbur dope habong
Sopot dope hami mamittor da so marina
So nanggo ilu mahiang (so suda) sian mata
Nungnga pittor adong ro muse panggantina
Ima hape pandokkon ni sibaran
bagian lapung i marganti so ra suda
Marsahali sadari nama au mangan
So sundat hona muruk jala hona laga

(Ibarat sayap belum tumbuh
Masih sangat dini kami sudah tak punya ibu
Airmata belum kering
Sudah langsung datang ibu pengganti
Seperti itulah ketetapan takdir
Nasib buruk datang silih berganti
Aku makan hanya sekali sehari
Dan juga selalu kena marah)

Inang pangintubu, tangihon au na tangis on
Ukkitton  ma udeanmi asa apus ilukkon
Parsiulakkon au inong na sian siubeanmi
Nungnga hansit parir dangol
Pambahenan ni panggatimon

(Oh ibu yang melahirkanku, dengar aku yang menangis
Bangkitlah dari kubur, hapus airmataku ini
Kembalikan aku yang lahir dari kandunganmu
Sudah teramat sakit dan sengsara
Perlakukan penggantimu)

Mulak hami sian singkola
Jolo marsoban do da asa mangalompa
Indahan na las i do di nasida
Indahan naung marborngin ma di hami nadua
Dohot damang parsinuan i
Pintor maruba do sude dohot rohana
Marsahali sadari nama au mangan
So sundat hona muruk jala hona laga

(Sepulang dari sekolah
Kami harus mencari kayu sebelum memasak
Nasi yang hangat buat mereka
Bagi kami berdua nasi yang sudah bermalam
Ayah juga sudah turut berubah
Perlakuan dan hatinya
Aku hanya sekali makan dalam sehari
Juga selalu dimarah dan digampar)

Inang pangintubu, tangihon au na tangis on
Ukkitton  ma udeanmi asa apusi ilukkon
Parsiulakkon au inong na sian siubeanmi
Nungnga hansit parir dangol
Pambahenan ni panggatimon

(Oh ibu yang melahirkanku, dengar aku yang menangis
Bangkitlah dari kubur, hapus airmataku ini
Kembalikan aku yang lahir dari kandunganmu
Sudah teramat sakit dan sengsara
Perlakukan penggantimu)

Borngin pe so boi las tarpodom
Peak ma di rere i soada paturehon
So na adong sigundal paruloson
Mabosur rongit i hami ma dipestahon
Hape apala tu manogoti
Jolo marsoban do hami asa singkola
Dungkon mulak hami sian singkola
Soada tinggal be nanggo lobi-lobina

(Malam tidak bisa pulas
Tergeletak di tikar lusuh tak ada yang memperhatikan
Tidak ada kain lusuh untuk selimut
Nyamuk kenyang memestakan kami
Padahal keesokan hari
Kami harus mencari kayu sebelum sekolah
Dan sepulang dari sekolah
Tak ada makanan bahkan makanan sisa)

Inang pangintubu, tangihon au na tangis on
Ukkitton  ma udeanmi asa apusi ilukkon
Parsiulakkon au inong na sian siubeanmi
Nungnga hansit parir dangol
Pambahenanni panggatimon

(Oh ibu yang melahirkanku, dengar aku yang menangis
Bangkitlah dari kubur, hapus airmataku ini
Kembalikan aku yang lahir dari kandunganmu
Sudah teramat sakit dan sengsara
Perlakukan penggantimu)

***

Bagikan:

13 Februari 2019

Daftar Lagu-lagu Batak Ciptaan Tilhang Gultom


SolupL - Tilhang Oberlin Gultom, seniman dan pendiri Opera Batak yang disebut Opera Tilhang (1920-1973). Selama karirnya telah mencipta 360 lagu, 12 tumba dan 24 judul drama. Setelah sang pendiri meninggal (1973), Opera Tilhang kemudian dilanjutkan para penerusnya dengan Opera Serindo (Seni Ragam Indonesia) sampai 1985. Setelah itu, opera Batak tidak pernah muncul lagi.

Ilustrasi.

Bagaimana proses kehadiran opera tradisi Batak yang lebih mirip teater keliling ini, tidak ada catatan pasti. Namun, nama Tilhang Oberlin Gultom selalu dikaitkan sebagai tokoh seniman yang diperkirakan sudah ada sejak tahun 1920-an. Kala itu ia menggelar opera ini di pedalaman Tapanuli Utara. Sebutan Opera Batak dipopulerkan oleh Diego van Biggelar, misionaris Belanda yang datang ke Pulau Samosir pada 1930-an.

Opera Tilhang mencapai masa keemasannya dari tahun 1960-1973. Setelah sang pendiri sekaligus pemimpin meninggal pada tahun 1973, para penerusnya seperti Abdul Wahab Kasim Samosir (Pimpinan Opera Serindo) dan wZulkaidah boru Harahap, ratu opera Tilhang kala itu, bersama suaminya Pontas Gultom, melanjutkan usaha pertunjukan opera Batak bernama Seni Ragam Indonesia alias Serindo tersebut atas persetujuan seluruh keluarga Tilhang Gultom.

Kala itu masih ada sekitar 70 anggota. Opera Serindo yang juga merupakan penjelmaan Opera Tilhang menggelar pertunjukan keliling dari desa ke desa. Namun hanya mampu bertahan sampai tahun 1985. Perubahan zaman tak bisa disainginya. Para penontonnya sudah mempunyai banyak pilihan hiburan, mulai dari pertunjukan musik dan artis populer, juga terutama dengan kehadiran televisi sampai pelosok desa. Akhirnya, tahun 1985 grup opera Batak Serindo yang kala itu masih punya 45 anggota, akhirnya bubar.

Tahun 2010, Tilhang Oberlin Gultom mendapat penghargaan dari pemerintah RI, yaitu Anugerah Satya Lencana. Penghargaan ini diberikan Preseiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Menteri Kebudayaan dan  Parawisata, Jero Wacik. Satya Lencana itu diserahkan di Jakarta dan  diterima budayawan atau keturunan yang mewakilinya.

Untuk Tilhang  Oberlin Gultom, penghargaan diterima oleh anak dan cucunya yang tinggal di Batam. Hotman Gultom, cucu Tilhang kepada Tanjungpinang Pos, pada Selasa (12/4/2010), mengatakan, penghargaan diberikan atas sumbangsih Tilhang Gultom memelihara budaya Batak lewat opera dan musik.

Penghargaan mereka terima di Jakarta pada 24 Maret 2010 lalu. “Kita merasa  bangga karena penghargaaan itu diberikan atas jasa ompung (kakek). Saya  bersama bapak saya yang menerima penghargaan itu karena bapak anak pertama Tilhang,” ungkap Hotman.

Kapan Opera Batak pertama kali dipentaskan? Tak ada yang tahu pasti. Tapi nama Tilhang Oberlin Gultom selalu disebut sebagai perintis Opera Batak. Semasa jayanya, Opera Batak pimpinan Tilhang diundang Presiden Soekarno berpentas di Istana. Namun sejak awal 1980-an, Opera Batak perlahan surut, ditinggalkan penonton.

Seperti banyak seni pertunjukan lokal lainnya di Indonesia yang ditinggalkan penonton karena gegap gempitanya tayangan televisi, Opera Batak sebenarnya telah mati suri andai tak ada pemuda seperti Thomson Hutasoit. Perlahan, seniman yang di Sumatera Utara (Sumut) dikenal dengan nama Thomson Hs ini membangkitkan kembali Opera Batak.

Berawal pada 2002, ketika Thomson diajak menghidupkan kembali Opera Batak oleh Asosiasi Tradisi Lisan (ATL). Saat itu ATL menggagas program revitalisasi tradisi lisan di Nusantara. Perwakilan ATL di Sumut, antropolog Prof Robert Sibarani dan ahli linguistik Prof Ahmad Samin Siregar (almarhum), mengajak Thomson menghidupkan kembali Opera Batak.

Berikut daftar sebagian lagu karangan Tilhang Gultom, Semua lagu ciptaan ini telah dipublikasikan dalam pementasan SERINDO (Seni Ragam Indonesia). Tentu masih banyak lagu-lagu karangan Tilhang Gultom yang mungkin belum terdaftar di sini. Ini bisa disempurnakan jika ada informasi-informasi yang datang dari berbagai pihak.

Selain mengarang lagu juga Alm Tilhang Gultom juga menulis beberapa naskah cerita, yang juga telah di pentaskan untuk pertama kalinya di Pentas SERINDO ketika itu. Judul cerita yang paling populer antara lain adalah:

1. Perjuangan Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja dalam melawan belanda
2. Cerita rakyat tapanuli: Siboru Tumbaga
3. Guru saman (Cerita rakyat karo)
4. Pulau simardan


1 ALA DAO
2 ALE ANGGI SIADOSAN / TUMBA SISIR
3 ANAK TADING-TADINGAN
4 ANDUHUR NAGUNDASAN (INSTRUMENTAL)
5 ANDUNG-ANDUNG NI NA MARINA PANORONI
6 ANDUNG-ANDUNG NI NA MARINA PANORONI
7 ANDUNG-ANDUNG NI NA SO MARIANAKHON
8 ANDUNG-ANDUNG NI NA SOPOT SO MARINA
9 ANDUNG-ANDUNG NI NA TADING MAETEK
10 ANDUNG-ANDUNG NI SI BORU TUMBAGA/NA SO MARIBOTO
11 ANDUNG-ANDUNG NI SIPAHILELENG
12 BATU NATINGKO
13 BETA HITA TU JOLO ANGGIA
14 BUDAYAWAN INDONESIA
15 BULAN NA DI GINJANG
16 BULUNG NI BANE-BANE
17 BULU SIHABULUAN
18 BUTET
19 CINCIN PERMATA
20 DANAU TOBA
21 DANGKA NI HAU JIOR
22 DAYUNG SAMPAN
23 DOGE-DOGE
24 DUA SEJOLI
25 EDANG-EDANG (INSTRUMENTALIA)
26 EH, TUDIA HO ? (INSTRUMENTALIA)
27 EMBAS-EMBAS (INSTRUMENTALIA)
28 ENDE-ENDE NI PARTUAEK (INSTRUMENTALIA)
29 ENDE-ENDE NI SIBURUK (INSTRUMENTALIA)
30 GOAR NI HUTANAMI
31 GOTONG ROYONG
32 GURILLA
33 HABANG ANDUHUR TITI
34 HABANG LOTE DOLOK
35 HARAMBIR NI SILINDUNG
36 HATA SO PISIK (INSTRUMENTALIA)
37 HUABING MAGO BUTET
38 HUHONGKOP DO HO
39 HUTAGAM DO NA RO (INSTRUMENTALIA)
40 HUTALLIK BULUNG PISANG
41 HUTATAP DOLOK SANGGUL (INSTRUMENTALIA)
42 HUTATAP LOBUTUA
43 HUTATAP MA LOBUTUA
44 HUTATAP NA DAO (INSTRUMENTALIA)
45 IBUKU DAN BAPAKU
46 IDANG DO
47 IDEM IDEM
48 INANG SARGE
49 INDADA TARTANGISHON
50 INDONESIA MERDEKA
51 INGOT JANJI NATABAHEN (INSTRUMENTALIA)
52 ITO PARGAULAN
53 JAMILAH
54 JANJIM I DO
55 JANJIM I DO
56 JANJI PALSU
57 JENGGER JOLO
58 JONGJONG AHU DISON
59 JONGJONG AHU MANATAP
60 JUJI DO ULAON NI I
61 JUMOLO MARSANTABI
62 KERJA BAKTI (INSTRUMENTALIA)
63 LANGIT DISEBELAH TIMUR
64 LANGIT DISEBELAH TIMUR / PANCASILA
65 LIMA PUAK
66 LUGAHON SOLUM I
67 LUGA-LUGA SOLU (INSTRUMENTALIA)
68 LUPA DI JANJI
69 MAGORGOR SIHOLHU
70 MAGULANG BATU BOLON
71 MANDUDA / SENDRATARI
72 MANUK NI PEA LANGGE
73 MARDALAN AHU MARSADASADA
74 MARGONDANG DAMANG DI JABU
75 MARGURILLA
76 MARLUGA SOLU BOLON
77 MARMUTIK INGGIR-INGGIR
78 MARMUTIK INGGIR-INGGIR/SUPIR MOTOR
79 MARSARUDANG SARUDANG
80 MARSUHUM MARSANTABI
81 MASAK EME SIPERAK
82 MELOS BUNGABUNGA
83 NAMARIMBANG
84 NASUNDAT SINGKOLA
85 NATARJOLLUNG
86 NATARSUNGGUL
87 NAUNG SAMPULU SADA
88 NDADA TARTANGISHON
89 NUNGA LOJA HUHILALA
90 NUNGA SAE BE JANJINGKI
91 NUNGA TAHUAK MANUK JAMBE
92 NUNGA TUNG NGOLNGOLAN
93 O, AEK SAMPURAN
94 O, ALE ITO PARGAULAN
95 O ALE ITO PARGAULAN
96 O ALE TONDINGKU
97 O, ALE TONDINGKU
98 OH PAHLAWAN YANG SAKTI
99 O INANG PANGINTUBU INANG
100 O, INANG PANGINTUBU INANG
101 O, ITO SIPORIBAN
102 OLI OLI TUMBA
103 O PARTUNGKOT BULU
104 O, PARTUNGKOT BULU
105 PAHAHE DO SARULLA
106 PAHLAWAN RAJA SISINGAMANGARAJA
107 PANGARATTO
108 PANGEOL-EOLMI SOLU
109 PANGUNGSI
110 PANOSOLION
111 PARHABANG NI ANTIALU (INSTRUMENTALIA)
112 PARHABANG NI LOTE DOLOK (INSTRUMENTALIA)
113 PARHABANG NI RUNGKISA (INSTRUMENTALIA)
114 PARHABANG NI TUKTUK HOLING (INSTRUMENTALIA)
115 PARJALANG
116 PARJUJI TALU
117 PARNA
118 PARNGALANGKA NI HORBO PAUNG (INSTRUMENTALIA)
119 PARSIRANGAN
120 PARSOBAN NATATA
121 PIKNIK PIKNIK CELANA JENGKI
122 PINASA SIDUNGDUNGON
123 POLTAK MA BULAN TULA
124 RAJA SAKTI
125 RAMBU NI PINASA (INSTRUMENTALIA)
126 REVOLUSI
127 RIBAK BULUNG NI BIRA
128 SAI MADUDUS MA PINING
129 SAKKAE HORBO
130 SANGGAR NA MASAK NA GANTUNG
131 SAOAN NAHUJUJUNG ON
132 SARINDAN HUDEGEHON
133 SELAMAT DATANG
134 SIANJUR MULAMULA
135 SI ANJUR MULA-MULA
136 SIANTAR SIMALUNGUN
137 SIBINTANG NAPURASA (INSTRUMENTALIA)
138 SIBORU MAULIATE
139 SIBORU MUAS MALE
140 SIBORU NAMURA TARGODA
141 SIBORU NI ULUAN (INSTRUMENTALIA)
142 SI BUNGA-BUNGA NA ANGUR B (INSTRUMENTALIA)
143 SIBUNGA MANGARONDANG
144 SIBUNGA MANGERBANG(INSTRUMENTALIA)
145 SIBUNGA RI (INSTRUMENTALIA)
146 SIBUNGKA PINGKIRAN (INSTRUMENTALIA)
147 SIBURUK
148 SIDOLI PARMINUM
149 SIGODANG HANGALAN
150 SIHUTUR SANGGUL (INSTRUMENTALIA)
151 SI JAMBE JALANG
152 SI JAMBE JALANG
153 SIJARI JIRI
154 SIJOU SANGGINA
155 SIJOU SANGGINA (INSTRUMENTALIA)
156 SI LOPIAN NA ANGUR (INSTRUMENTALIA)
157 SI LUNDU NI PAHU
158 SILUNDU NU PAHU
159 SIMALI MALI
160 SIMARLANGAT ARI
161 SI MARLANGAT NI ARI
162 SINANGGARTULLO
163 SI RAJA BATAK
164 SI RAJA OLOAN
165 SIRANG SO SIRANG
166 SISADA URANG ANAK
167 SITAMPAR API (INSTRUMENTALIA)
168 SITAMTO
169 SITAPI-TO
170 SI TAPI TO
171 SITUALLA RUDE
172 SITUALLA RUDE RUDE
173 SI UNTE MANIS
174 SOARA NI GITAR
175 SOGOT MANOGOT I
176 SOLMISASI (INSTRUMENTALIA)
177 SONGON LOMBANG NA MARURUS
178 SOPOSURUNG (INSTRUMENTALIA)
179 SULAMAN BARAT (INSTRUMENTALIA)
180 SULAMAN (INSTRUMENTALIA)
181 SUMOLSOL MA AHU INANG
182 SUNGAI ULAR
183 SUPIR MOTOR
184 TANO GULTOM DO SITAMIANG
185 TERBITLAH BULAN
186 TINABA MARE-MARE
187 TINABA MAREMARE/SEKKA NATINERAWANG
188 TINGGAL MA HO BUTET
189 TINITIP SANGGAR
190 TIO DO TAO TOBA
191 TIO PE MUAL SO TARINUM AHU
192 TUDIA MA AHU NA DANGOL ON
193 TUDUNG MA PINARTUDUNG
194 TUGINJANG NINNA PORDA
195 TU GINJANG NINNA PORDA
196 TUKTUK PARPANGIRAN / JOING
197 TUMBA REGE-REGE
198 TUMBA RIANG-RIANG
199 TUMBA TOBA
200 TUNGKOT SALAGUNDI
201 UCOK
202 UNANG MA PAGINJANGHU ROHAM/PANSA PANSA
203 UNANG MASIPAHATA-HATAAN
204 UNANG PARSANGGUL BANEBANE
205 UNANG SAI TANGIS HO BUTET
206 UNANG TADINGKON AHU

Catatan: Tulisan ini merupakan merupakan kumpulan berbagai sumber yang diolah dari internet. (bbs/int)

Bagikan: