25 September 2016

Rindu yang Tumbuh dalam Gerimis


Puisi-puisi Panda MT Siallagan

Rindu yang Tumbuh dalam Gerimis

Akhirnya gerimis merimba juga
di hatiku yang berkabut. Derai
rambutmu menjadi samar kudengar
sebab angin begitu menggigil
seperti tangan beethoven datang
mengelus dengan nada-nada ajaib

kau menari-nari di situ
memahat senyum pada rinai gerimis
tapi aku gagal membaca tubuhmu
kabut menyembunyikan kau di rimba
gerimis yang tubuh di hatiku

2003 


Rembulan Pecah di Dada Kami

Kami peram rembulan di dada kami
sebab malam menyuruh iblis
mengeratnya. kami ingin
rembulan bahagia
menikah dengan kekudusan
yang tubuh subur di dada kami

tapi iblis sigap masuk ke dada kami
menanam petir dari doa yang patah
merakit gempa dari shalat yang remuk
rembulan pecah di dada kami

2003

Kami Menjahit Luka dari Mimpi yang Terkoyak

Kami jahit luka menjadi layar
agar mimpi yang terkoyak
berkibar lagi. dan kami
melanjutkan pengembaraan di
laut perjuangan yang patah

kami jahit luka menjadi sayap
agar mimpi yang terkoyak
berkibar lagi. dan kami
terbang membelah angkasa
meninggalkan lembah yang papa
di jalan kami yang perih

kami jahit luka menajadi cahaya
agar mimpi yang terkoyak
bersinar lagi. dan kami
berlari menuju muasal
negeri bermarwah sarat asa

2003

Di Dalam Mimpi Asa Kami Selalu Remuk

karena rumah kami
telah terbang menjadi kabut
tanah kami melayang jadi angin
dan kampung kami
pecah jadi gerimis
kami berlari menyeberangi luka
tidur di kamar
yang ditumbuhi matahari

tapi di situ
cahaya memaku dukacita
ke dalam batang-batang mimpi kami
merakit keranda
dari luka yang kesepian
dan asa kami
digiring menuju kuburan

dan ketika bangun
segala milik kami telah pecah
menjelma kehampaan

2003

* Puisi-puisi ini terbit pertama kali di Riau Pos, 31 Agustus 2003
Bagikan:

Baca Juga:

  • Di Depan Pintu Kematian
    Sajak-sajak Panda MT Siallagan NerakaKatamu:"Aku telah melemparkan kulitku jadi tanah. Kutanam mataku setelah kutugal dengan tulang-belulang. Tub…
  • Syair-syair Panda MT Siallagan
      Doa yang PatahAku melukis sajadah di matamu, tapi tak selesai. Warna-warna doaku gagal gagal membaca arus yang menderas dari situ. Sembahyangku…
  • Aku Masuk ke Hatimu yang Bersalju
    Puisi-puisi Panda MT Siallagan Ilustrasi. Tanah Kami Tak Mungkin Kembali Kami ikhlaskan juga tanah itu dibelah-belah, sebab kami lelah memeta…
  • Syair-syair Panda MT Siallagan
    Ilustrasi. Melayat Puisi Sebuah kabar dibisikkan, menyusup lembut ke telinga, menusuk perih ke liang jantung: tentang ari-ari di tepi dangau, su…
  • Malam Menggali Kuburan di Dadaku
    Puisi-puisi Panda MT Siallagan   Ilustrasi. Jangan TanyaJangan tanya mengapa pohon-pohon selalu menghijau di hatiku, padahal akar yang merammb…
  • Doa-doa Kepada Mulajadi Na Bolon
    Puisi-puisi Panda MT Siallagan Jampi Sekali ingin kembali pada takdir semula jadi Bangun amat pagi, merapal jampi pada Mulajadi. Di lembah semedi…
  • Menyetubuhi Sunyi, Pada Suatu Hujan
    Puisi-puisi Panda MT Siallagan Ilustrasi. Menyetubuhi SunyiSunyi yang mengepung usia, ia susuri. Ia datang padamu mengendarai lelah sambil terus m…
  • Puisi-puisi Panda MT Siallagan
    Penyair dan HujanKarena aku penyair,bahasa adalah tanahSeperti hujan,kuhempaskan tubuhku tanpa ragudi wajah bahasa.Karena aku tahu, tanah sangat …

0 komentar:

Posting Komentar