20 Juni 2021

Pengertian Semantik dan Jenis-jenisnya


Semantik adalah ilmu yang mempelajari makna kata serta perubahan-perubahannya.

Ilustrasi.

Macam-macam makna kata:

1. Makna Leksikal (makna kamus)

Makna leksikal adalah makna yang langsung mengacu pada benda, tindakan, atau sifat yang dimaksudkan oleh kata itu. Contoh:

- Pergi ---- langsung mengacu pada suatu tindakan
- Jahat ---- langsung mengacu pada sifat tertentu
- Meja ---- langsung mengacu pada benda tertentu

2. Makna Gramatikal/Struktural (makna tata bahasa)

Makna gramatikal adalah makan kata yang timbul kemudian setelah mengalami proses tata bahasa. Proses tata bahasa itu sendiri ada dua macam yaitu: proses morfologis (pembentukan kata) dan proses sintaksis (pembentukan frasa dan klausa atau kalimat). 

Contoh:
- Prefiks (ber-) pada kata bertekad---- artinya mempunyai tekad
- Prefiks (men-) pada kata mendarat ---- artinya menuju ke darat
- Kata saya dalam kalimat: Saya mendengar lagu ---- yang melakukan
- Kata saya dalam kalimat: Itu pulpen saya ---- sebagai pemilik

Berdasarkan ada tidaknya makna tambahan, makna kata dibedakan menjadi dua, yaitu:

1. Makna denotatif (makna konseptual, makna objektif, makna lugas, atau makna sebenarnya), adalah makna kata apa adanya karena tidak mengandung makna tambahan, baik tambahan rasa maupun tambahan denotasi lainnya atau kiasan.

Contoh: 
- Bulan bersinar terang
- Dodi jatuh dari tangga

2. Makna konotatif (makna kontekstual, makna subjektif, makna kiasan), adalah makna sebuah kata atau sekelompok kata yang didasarkan pada perasaan atau pikiran yang timbul atau ditimbulkan paa pembicara dan pendengar atau pada penulis dan pembaca.

Contoh:
- Pada bulan muda banyak orang yang berbelanja ke pasar
- Harga minyak jatuh di pasar dunia

Berdasarkan hubungan makna antara satu kata dan kata lainnya:

1. Sinonim adalah dua kata atau lebih yang mempunyai makna yang sama tetapi berlainan bentuk luarnya. 
    Misalnya: telah --- sudah

2. Homonim adalah dua kata atau lebih yang sama lafal dan ejaannya, tetapi makna yang berbeda karena dari asal yang berlainan atau tidak mempunyai hubungan makna.

    Misalnya:
    bisa (artinya dapat) ----- bisa (artinya racun)
    tanggal (artinya lepas) ---- tanggal (artinya kalender)
    Menurut tingkatannya homonim ada dua macam, yaitu:

    a. Homofon adalah dua kata atau lebih yang sama lafalnya, tetapi berlainan ejaannya dan tidak mengandung hubungan makna.
        Contoh: 
        - Sangsi (ragu-ragu) ---- sanksi (hukuman)
        - bank (tempat menyimpan uang) ---- bang (kakak)

    b. Homograf adalah dua kata atau lebih yang sama ejaannya, tetapi berbeda lafalnya dan tidak mempunyai hubungan makna
        Contoh:
       - apel (buah) ---- apel (berkunjung, berkumpul)
       - serak (sebar) ---- serak (parau)

    c. Hiponim adalah dua kata atau lebih yang maknanya lebih luas atau superordinat.
        Contoh:
        - ayam, itik, bebek ----- hiponim pada unggas
        - melati, mawar, anggrek ----- hiponim pada bunga
    d. Polisemi adalah kata-kata yang memiliki makna ganda, tetapi masih dalam satu pengertian. Polisemi terjadi karena adanya pergeseran makna yang berbeda.

        Contoh:
        - jatuh (dari atas ke bawah) ---- jatuh (harga, nilai) ---- jatuh (sakit)
        - kepala (jawatan) ---- kepala (anggota tubuh)

Berdasarkan cakupannya:

1. Meluas artinya makna kata sekarang lebih luas cakupannya dibandingkan makna asalnya/semula.
    Contoh:
    bapak  ----- dulu          : orang tua laki-laki
                        sekarang   : siapa saja laki-laki yang dihormati
    berlayar ---- dulu          : bergerak di laut dengan menggunakan kapal layar
                        sekarang   : mengarungi lautan dengan apa saja

2. Menyempit artinya makna kata sekarang cakupannya lebih sempit dibandingkan dengan makna asalnya/semula.
    Contoh:
    pendeta ---- dulu          : untuk orang yang berilmu agama
                        sekarang   : untuk menyebut guru agama Kristen
   sarjana ----    dulu         : untuk menyebut cendikiawan
                         sekarang  : untuk menyebut lulusan universitas

3. Amelioratif artinya proses perubahan makna kata yang dirasakan nilainya lebih baik/ konotasi positif
    Contoh:
     tuna netra ---- sekarang : konotasinya lebih positif dibandingkan dengan orang buta
     wanita      ---- dulu        : nilai konotasi negatif
                           sekarang  : nilai konotasi positif

4. Peyoratif artinya proses perubahan makna kata yang dirasakan nilainya lebih rendah atau konotasi negatif.
    Contoh:
    Oknum   ----- nilai konotasi negatif
    gerombolan ---- sekarang dirasakan nilai konotasi negatif

5. Sinestesia artinya perubahan makna akibat pertukaran tanggapan antara dua indra yang berlainan
    Contoh:
    Kata-kata yang diucapkannya sangat pedas.
    Kata pedas sebenarnya tanggapan indra perasa, tetapi dalam kalimat tersebut dikaitkan dengan indra pendengar.

6. Asosiasi artinya perubahan makna kata yang terjadi karena persamaan sifat.
    Contoh:
    Beri mereka amplop.
    Kata amplop bermakna memberi uang suap.

(disarikan dari berbagai sumber) ***

Bagikan:

0 komentar:

Posting Komentar