10 April 2016

Puisi dalam Kardus

Oleh Panda MT Siallagan Di masa lalu, pengenalan awal manusia terhadap sastra berlangsung dalam disiplin tradisi lisan.  Kisah-kisah, pantun, nyanyian, nasihat, dongeng atau balada, semua disampaikan lewat cerita oleh generasi yang lebih leluhur...
Bagikan:

09 April 2016

Rapsodi Melayu

Sajak-sajak Panda MT Siallagan Rapsodi Melayu Lancang kuning, berlayar malam, berlayar malam... Kenangan menyeret mimpi, melarung hati, merangkum tuah. Kulayari laut. Laut tak bertepi, mimpi tak berbatas, rindu tak berujung, cinta tak terkayuh....
Bagikan:

07 April 2016

Menjinjing Riuh Kota

Puisi-puisi Panda MT Siallagan  Tualang Pernah kita sepakat mengembara ke arah berbeda. Serupa sungai, kau dan dirimu mengalir menuju samudera, menunggang gelombang, menggembalakan badai. Kau dan dirimu berhantam-hantam luka. Hingga kau...
Bagikan:

06 April 2016

Telepon Dini Hari

Cerpen Panda MT Siallagan Tiba-tiba pukul tiga dini hari itu hujan turun. Di luar, angin mendesis, dan daun-daun akasia terdengar menggelepar. Aku dapat membayangkan beberapa daunnya gugur, meliuk-liuk diputar angin hingga akhirnya jatuh, tersadai...
Bagikan:

03 April 2016

Diterima Kabar Luka

Cerpen Panda MT Siallagan Diterima kabar duka pada 26 Desember 2004: Telah terbang ribuan nyawa, telah hilang berlaksa jiwa, lesap disapu bencana. Mari menundukkan kepala, berdoa untuk jiwa-jiwa yang hilang, juga untuk jiwa-jiwa yang kehilangan....
Bagikan:

18 Maret 2016

Kapan Hari Sastra Nasional?

Oleh Panda MT Siallagan Dinamika sastra Indonesia pernah menghangat dengan munculnya beberapa istilah penamaan. Ada sastra buku, sastra majalah, sastra koran, sastra saiber, sastra komunitas, sastra facebook dan sastra-sastra lainnya. Bahkan, sempat...
Bagikan:

05 Maret 2016

Puisi Bisa Dibeli dengan Daun

Oleh Panda MT Siallagan Syahdan, segerombolan generasi baru berhimpun menikmati malam di sebuah kafe di sudut kota. Anak-anak muda itu, dengan segala atribut kekinian, juga bicara hal-ihwal kekinian: musik, fashion, gadget-gadget mutakhir, cita-cita,...
Bagikan:

01 Maret 2016

Pemetik Kecapi

Cerpen Panda MT Siallagan Suatu petang ketika Somba tidak lagi menemukan pengemis tua pemetik kecapi itu di persimpangan lampu merah dekat Taman Makam Pahlawan, hatinya mendadak kosong. Dia merasa semua lagu di atas bumi sudah usai dinyanyikan...
Bagikan: